Kita Cuma MALAS!

Saya memimpikan sukses sejak 3 tahun lalu, namun nyatanya sampai sekarang belum sukses-sukses juga. Bagi banyak orang memang 3 tahun tsb belum ada apa-apanya, karena banyaknya orang yang mencapai sukses setelah 10 - 20 tahun. Namun untuk saya pribadi, 10 - 20 tahun terlalu lama, ga sabar rasanya kalau harus nunggu puluhan tahun, keburu tua, kalau dah tua, menurut saya udah ga keren misal sukses pun, haha. Ini pendapat pribadi aja sih.

Contoh paling deket dengan saya adalah ayah saya. Setau saya, beliau ingin sukses di banyak hal, dan memang sebenernya banyak juga kesuksesan-kesuksesan di beberapa bidang, namun di bidang ekonomi, menurut beliau belum sukses, ini relatif, karena bahkan, sebenernya menurut saya beliau sudah bisa mewujudkan keinginannya andaikan tidak terlalu peduli dengan urusan orang lain, namun beliau hatinya tidak seperti itu, membantu orang lain nampaknya jauh lebih penting.

Disangkutkan dengan judul, ayah saya bisa dikatakan memiliki strategi dan pengalaman yang extra ordinary, pernah menjadi kontraktor misalnya, jaringan yang cukup luas, dan tentu saja prinsip bekerja yang cerdas, itu menurut saya loh, tapi ayah saya sering malas dan mungkin berpikir, ngapain terlalu kaya, padahal aslinya ingin kaya. Malas di sini itu relatif ya, karena sebenernya rajin juga, tapi apa ya, malas untuk menjadi orang kaya, kira-kira begitulah.

Contoh lainnya saya tidak tau pasti karena saya ga tau, jadi ambil contohnya diri saya saja. Sejak 3 - 5 tahun yang lalu, bisa dikatakan saya sudah tau cara untuk mencapai kesuksesan di bidang ekonomi. Bahkan kadang saya ga terlalu percaya ketika ada teman bilang, 'saya ingin sukses tapi ga tau caranya,' karena saya  pikir emang bisa ya orang ga tau caranya? haha, kayanya aslinya banyak yah.

Lalu, jika saya tau caranya kenapa ga sukses-sukses?

Balik ke judul, saya cuma malas. Motivasi saya naik turun tapi kebanyakan turunnya, ga ada motivasi, hilang semangat, sering kepikiran, ngapain sukses? buat apa duitnya, buat apa punya rumah gedong, mobil mewah, baju bagus, dsb. Saya bisa hidup dengan kondisi yang pas-pasan, lagian dah biasa sengsara juga dari umur 12 tahun sejak pindah ke pesantren jauh dari orang tua.

Well, saya yakin banyak banget orang yang berpikiran kaya saya, tau cara sukses tapi malas, malas dan malas. Banyak pengangguran juga karena males kerja susah, padahal kerjaan tu banyak, hampir tak terhingga kalo kata Mario Teguh saking banyaknya. Cuma sayangnya, Anda bukan nyari kerja, tapi nyari duit, wkwk. Jadi stop saying! "ga ada kerjaan" karena aslinya terlalu banyak pekerjaan, cuma, Anda mau apa ga.. misal ga digaji.

Lalu gimana caranya biar ga malas?

Well saya di sini ga ada niatan ngebahas solusinya karena misal saya menguasai tentunya saya udah ga malas lagi dong...

Tapi sedikit sharing, biasanya saya menuliskan alasan sukses untuk apa, ada dua jenis biasanya, kebanggaan dan materi. Contohnya, saya ingin sukses untuk membahagiakan orang tua, ingin membantu keluarga yang tak punya penghasilan, ingin pamer, ingin menunjukkan pada dunia bahwa kita bukan 'sampah'. Atau contoh alasan materi, ya itu, pengen punya mobil sport harga 16 M, ituuuh, Lamborghini Aventador, atau cukup BMW M4 harga 2M-an saja, pengen punya moge 10 biji, punya villa di semua lokasi populer di Indonesia, de es be deh.

Alasan yang lebih kuat dan bertahan biasanya yang bukan soal materi, karena untuk banyak orang, akan berpikir, ngapain punya mobil sport mewah super mahal, ngapain punya moge banyak, dsb.

Okeh, gitu ajah, males bikin penutupannya... muha.

0 Response to "Kita Cuma MALAS!"

Post a Comment