Apakah Orang Harus Punya Passion?

Tugas manusia di dunia ini apa sih?

Ibadah kan?!

Ibadah ini bentuknya bisa macam-macam, mungkin ada puluhan ribu macam cara untuk beribadah.

Coba sekarang perhatikan deh orang-orang sekitar Anda. Mereka sibuk apa setiap harinya?

Senin - Sabtu

Pagi bangun, beres-beres, sarapan, berangkat kerja, atau mengerjakan sesuatu untuk cari uang, selesai sore, pulang, mandi, nonton tv, tidur. Lalu ngulang lagi.

Sedangkan ibadah yang utama yaitu Sholat, hanya mengambil waktu yang sangat sedikit. Misal butuh waktu 15 menit dari mulai wudlu, sholat, dan wirid, maka satu hari butuh 15 x 5 = 75 menit, 1 jam lebih dikit saja dari 24 jam yang kita punya dalam sehari.

Di sinilah yang saya yakini penyebab munculnya teori passion.

PASSION, secara mudahnya diartikan kegemaran, kesukaan, hobi, yang bener-bener anda suka. as simple as that.

Misal Anda suka gambar, kemungkinan passion Anda ya menggambar. Misal anda suka nyanyi, anda berpikir passion anda menyanyi, kemungkinan anda akan belajar lebih pro dalam menyanyi dengan mengikuti latihan dsb. Apakah mereka nantinya bekerja menjadi pelukis, designer, dan penyanyi?!

Ga selalu kan?!

Itulah kenapa pekerjaan yang paling diimpikan adalah pekerjaan yang sesuai passion, kenapa, karena mereka seperti ga kerja. Mereka cuma melakukan kegemaran tapi dibayar.

Bagaimana dengan yang bekerja ga sesuai passion?

Saya sendiri merasa passion saya bukan menulis menjadi publisher independent. Saya sukanya membuat denah rumah, itu sudah dari masa SD. Kegemaran saya yang lain adalah menyanyi. Lainnya, fotografi.

Lalu kenapa saya saat ini cari duit dengan menulis? Simpel aja jawabannya, karena itu yang saya bisa lakukan sekarang dan yang paling tinggi tingkat kesuksesannya.

Saya tidak mengambil study di teknik bangunan dan arsitektur, saya juga ga ngambil study di seni suara, bahkan saya juga ga ada keinginan sama sekali untuk study di jurusan desain komunikasi dan visual.

Artinya apa?

Passion saya hanya saya jadikan sebagai hobi yang hanya hobi. Tanpa uang.

Sedangkan yang saya lakukan setiap hari, adalah pekerjaan TERPAKSA yang saya lakukan untuk memenuhi kebutuhan harian, duit!

Iya, saya terpaksa, saya ga suka nulis yang serius kok, saya cuma suka nulis buku harian. Tapi saya harus melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi saya pribadi, keluarga, dan nanti istri dan anak saya.

Apa pekerjaan impian sesuai passion saya? Seperti saya sudah katakan, saya suka fotografi, maka impian saya nantinya bisa bekerja yang berhubungan dengan fotografi, setidaknya menghasilkan uang dari fotografi.

Jadi, apakah orang perlu passion untuk menjalani hidup?

Ya engga lah.

Orang hanya perlu kemauan untuk menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan sebagai hamba Allah. Urusan passion itu adalah salah satu dari bentuk nafsu manusia, ga ada kewajiban untuk serius dalam hal passion.

Impian?

Misalkan ada orang bingung karena ga punya impian, ga punya sesuatu yang ingin diraih?

Well, sudah saya katakan, kewajiban manusia itu menyembah Sang Pencipta. Menjalani hidup dengan standar-standar aja mengikuti arus, mengalir tanpa pusing memikirkan apa yang akan terjadi,. itu ga salah sama sekali.

KALAU misal banyak orang bicara soal passion, itu karena mereka menghubungkan dengan pekerjaan, menghubungkan dengan DUIT!

Apakah semua orang harus concern sama duit? Engga kan?!

Apalagi yang cewek, ngapain pusing-pusing, yang wajib cari nafkah itu cowok. Ya kalo mau andil, nyemangatin aja udah cukup sebenernya. Lebih dari itu, bonus aja. Walaupun rata-rata di budaya kita, wanita akan ikut membantu mencari nafkah untuk rumah tangga.

Jadi untuk wanita, jika Anda bukan wanita yang ambisius menjadi wanita karir misalnya, yang perlu anda jadikan impian adalah, membantu keluarga anda. Yang sudah menikah, membantu suami anda. selesai.

Urusan passion, karir, duit, impian, lebih berat kapasitasnya untuk kaum lelaki, karena mereka pemimpin. Wanita di rumah aja, ngurus anak untuk menjadi the next leader, mendampingi suami kapanpun, dan menjadi muslimah yang baik. Cukup.

Passion, kegemaran, hobi, itu hanya cara orang menikmati hidup. Kalau ga punya itu semua, tapi merasa sudah menikmati hidup, ya udah, itu cukup.


2 Responses to "Apakah Orang Harus Punya Passion?"

  1. Menurutmu, bagaimana dengan orang yang memiliki banyak hobi dan passion? Apakah passion harus dibatasi pada satu hal saja? 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu pertanyaan yang sering saya tanyakan beberapa tahun lalu. Jawaban dari beberapa motivator, kita bisa punya 1 - 3 passion bersamaan.

      Menurutku, terlalu banyak orang yang memiliki passion dan hobi lebih dari 1 dan itu natural. Misal punya banyak passion, seiring berjalannya waktu, saya yakin nantinya akan ada prioritas. Mana yang menghasilkan duit mana yang tidak. Mana yang bisa dikerjakan sekarang mana yang nanti, dsb. Lagi pula, passion yang banyak itu kan biasanya berbeda bidangnya, apakah salah kita memiliki minat lebih pada banyak hal?!

      Fokus hanya ke satu passion mungkin akan lebih cepat membentuk jati diri sebagai "pro" tapi tetap akan sulit benar-benar menghilangkan passion lainnya yang disembunyikan.

      Jadi kesimpulan menurut saya, it's okay to have more passions asalkan bisa bersikap "dewasa" menjalaninya.

      Delete