Dari Dukun, Musyrik, Sampai Batu Akik

Khotbah Jum'at di Masjid Kedasih Jum'at ini bertemakan dukun.

Khotib memberikan penjelasan kenapa percaya ke dukun itu ga boleh beserta hadist-hadist yang dijadikan landasan.

Ada satu penjelasan yang akhirnya memberikan jawaban pada pertanyaan saya beberapa hari lalu yang saya lupakan dari pelajaran waktu di pesantren. Adalah bagaimana cara iblis mencuri informasi tentang masa depan kita. Saya ga bahas di sini btw, silahkan tanya ke ustadz masing-masing.

Sebelum menutup khotbah pertama, secara singkat khotib menyampaikan bahwasannya hukum musyrik juga berlaku untuk mereka yang percaya pada batu akik dan keris.

Terasa betul para jama'ah seperti banyak yang tiba-tiba mendongakkan kepala ke atas melihat ke sang khotib. Dari yang ngantuk langsung segar mendengar batu akik disebutkan.

Tapi tidak banyak penjelasan soal batu akik ini, intinya, ketika mempercayai kekuatan pada batu akik dan keris, maka termasuk musyrik karena kekuatan hanya datang dari Allah.

Sedikih menoleh ke kanan, ternyata jamaah di sebelah saya juga menggunakan batu akik, tapi sayang dia tertidur cukup pulas nampaknya selama khotbah.

APAKAH BETUL PEMAKAI BATU AKIK MUSYRIK

Well, saya hanya santri badung yang cabut pas kelas 2 aliyah, jadi ga pantas untuk bahas betul atau salah.

Yang saya tau, pertanyaan macam itu sama saja seperti jenis-jenis pertanyaan seperti berikut;

pencintabatu.com
- Apakah ziaroh kubur musyrik
- Apakah do'a di depan makam Rasulullah musyrik
- Apakah memiliki jimat musyrik
- dsb

Maka jawabannya, tergantung orangnya,

Sedikit cerita soal Akik ya...

Waktu pulang kampung, saya lihat sepupu saya yang masih kelas 3-4 SD menggunakan cincin batu akik yang katanya dibeli dari gurunya sendiri. Dalam hati sih saya pikir 'what the faaaak'. Dan saya berlalu..

Beberapa menit setelahnya, saya makan bersama saudara-saudara dan ada teman dari saudara ikut makan. Saya yang duduk di samping dia melihat cincin batu akik yang menurut saya besar banget dilepaskan dari jari dia dan diletakkan tidak jauh di samping dia duduk.

Entah intronya gimana, lalu saya bilang, "sebenernya batu akik kan udah dari dulu tau...". Dia nyaut, "ga lah, dulu mah cuma dukun yang pakai".

Lalu saya bilang pelan, lebih cuma ke tante yang ada di samping saya juga sih.. "iya, ga semua, cuma yang tau manfaat batu akik aja".

SAYA GA TAU apa alasan mereka pakai batu akik saat ini, saya ga mau tau, saya ga cari artikelnya SAMA SEKALI, meskipun di feed trend google selalu nampang banyak banget kata kunci batu akik. Terakhir mulai populer batu giok.

Kenapa saya ga mau tau, simpel aja, karena saya sudah mempelajari batu akik, mengenal batu akik, sejak bertahun-tahun lalu. Jadi ketika orang pada heboh, saya cuma mikir, perasaan dari dulu dah ada deh. Kenapa pada ribut sekarang.

Alasan lain kenapa saya ga mau tau adalah karena saya ga suka trend yang konyol. Batu akik sih gak konyol, yang konyol itu trend-nya.

JADI, kembali ke pertanyaan apakah musyrik menggunakan batu akik, jawabannya tergantung pemakainya. Namun, karena yang makai ternyata dari banyak banget kalangan, dan rentang umur yang sangat luas, saya cuma khawatir kalau-kalau tujuan penggunaannya sudah menyamai seperti percayanya pada benda yang memberikan kekuatan.

Yang jelas, seingat saya banyak kyai (pengasuh pesantren saya) yang pakai cincin batu akik, bukan hal baru karena udah dari jaman duluuu banget. Asalkan kepercayaannya ga nyeleweng, menurut pengetahuan saya sih aman-aman saja.

SAYA SIH, males ah,, ngapain.

0 Response to "Dari Dukun, Musyrik, Sampai Batu Akik"

Post a Comment