Inilah Kenapa Saya Ga Suka Penyedia Hosting Lokal (Indonesia)

Tanpa basa-basi,


1. Lebih mahal
2. Memory Limit lebih dikit
3. Sering nyasar ke 404 dari admin (CMS)
4. Downtime lebih lama/sering
5. Lebih Lelet
6. Lebih...

Sayangnya, lebih-lebih di sini negatif... bahkan untuk versi reseller dimana tetap menggunakan server dari penyedia hosting luar yang terpercaya pun disunat habis-habisan limitnya.

Jadi, kalau Anda memiliki skill english yang cukup, memiliki alat pembayaran dolar (paypal verified kartu kredit), saya SANGAT merekomendasikan untuk sewa penyedia hosting luar.

LALU, APAKAH SEMUA HOSTING LOKAL JELEK?

Jelek ini tentu saja relatif banget..

Misal, kalau sewa di penyedia hosting lokal yang rada mahal bahkan mahal banget, mungkin kualitas lebih baik. Atau, jika website Anda ga terlalu rame dan ga terlalu butuh pengunjung (which is almost unreasonable), mungkin hosting lokal cukup (baik server di US, SG, atau Indo).

Namun jika Anda mengharapkan server yang benar-benar tangguh, sepertinya harus merelakan rasa patriotisme kita sedikit, dan tentunya berharap kualitas penyedia hosting lokal bisa lebih baik.

Saya bicara hosting shared kelas menengah yang harganya tetap leeuubih mahal dari penyedia hosting luar dengan kualitas jempolan, mau tau namanya, well, terkenal banget kok, dan saya pikir salah satu yang terbaik, di Indonesia :-/

Update: Kelupaan....

Kenapa kok pake host lokal?

Jika pengujung web kita kebanyakan dari lokal, sebenernya lebih cepet aksesnya, karena provider indonesia tentu lebih cepat akses server yang masih di Indo. Tapi ga selalu begitu..

Sebenernya akses untuk normal visitor ga akan terlalu berasa, baik itu server IIX, SG, US.

Saya pakai host lokal karena sudah amat sangat cape urusan sama paypal. belum punya CC sih... sedangkan untuk pembayaran web utama saya yang host di penyedia luar, sebut saja hawkhost, saya kemarin pake jasa pembayaran untuk memperpanjang host, rate kira-kira 3500 rupiah lebih mahal dari rate normal.

Nanti kalau web2 baru yang host di Indo dah banyak visitornya, sepertinya harus dipindahkan ke penyedia host luar. Kalau gak ya sewa host lokal kelas corporate which is soooo soooo soooo expensive..

Hmm... kebanyakan ngeluh gue... padahal harusnya bersyukur aja dan maklum, nasib hidup di negara berkembang ya gini... :D bawa asik aja deh...

9 Responses to "Inilah Kenapa Saya Ga Suka Penyedia Hosting Lokal (Indonesia)"

  1. Kalau kita nggak bikin situs yang sangat sangat super canggih, itu dotCOM jauhi aja. Apalagi wordpress, untuk apa, lha wong blogspot bagi webmaster yang udah super aja masih dibilang canggih kok. Blogspot easy to use, dan kompak dengan SEO. Coba ketik apa aja di google, banyak dihalaman pertama dan nomor urut satu itu selalu blogspot

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maybe.

      Hanya saja bagi sebagian orang, termasuk saya, wordpress jauh lebih mudah untuk optimasi SEO.

      Blogspot? Keren, tapi susah diprediksi. Metode SEO saya di blogspot lebih sering melesetnya. Termasuk blog ini, ada post yang dapet ribuan UV/day cuma buat satu artikel itu, tapi banyak post lainnya yang sangat rendah performa SEO di SERP.

      So, I think it depends on the person, lebih ngerti blogspot atau wordpress.

      Itu belum ngebahas delete blog yang bisa dateng tiba-tiba, dan kekurangan-kekurangan lainnya.

      Delete
  2. pakai angerkhost.co.id saja , server luar , pembayaran bisa pakai bank local.

    terima kasih ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. http://angkerhost.co.id

      Delete
  3. kalo gue sih pake hosting github pages.. aja.. stabil banget terus mudah custom domainnya... cepat loadnya...gimana gak cepat wong dia pake web static... kalo mau enak pake jekyll .. tinggal main deploy..

    ReplyDelete
  4. Kalau mau cek kualitas sebuah hosting sebenarnya mudah sekali.
    1. Pakai live chat, tes cakap2 sebentar lihat bagaimana reposnsifnya CS mereka. Jika di level CS sudah jelek, jangan tanya lagi di level teknisnya.
    2. Cari di search engine dengan kata kunci "Hosting xxx jelek". XXX diganti dengan nama calon hosting baru anda. Lihat kalau banyak keluhan user lain.

    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup...

      Tapi dua cara tsb kurang pas untuk kriteria yang saya perlukan gan. Mungkin saya biasa pake host luar jadi harapannya terlalu tinggi untuk host lokal murah. Relatif sih.

      CS bagus sepengalaman saya gak menjamin servernya bagus, support mungkin bagus tapi kualitas layanannya itu yang lebih penting. Ada yang CS-nya lelet tapi servernya malah lebih tangguh, lebih murah pula.

      Host lokal yang saya pakai termasuk penyedia hosting papan atas untuk kelas consumer, tentu rata2 review-ny bagus. Tapi itu tadi, saya ngarep berlebihan mungkin.

      But nice share though, thanks a lot.

      Delete
  5. Wah jangan hosting lokal deh untuk website bisnis, kalau untuk blog doang sih ngga masalah.

    Dari sekitar 5 webhosting lokal, semua respon lambat banget, ada problem ticket/email dibalas 3 hari kemudian, visitor saya udah pada kabur. Live chat lebih gila lagi, harus nunggu balasan 10 menit, seumur2 pakai webhosting luar live chat itu instant hitungan detik langsung dibalas.

    Live chat lokal knowledge-nya parah banget, yang terakhir ane alami, ditanya spec server VPS-nya apa, dia cuma jawab VPS tidak ada control panel kalau shared hosting pakai control panel, dan dia menjelaskan lagi VPS harus setup sendiri, bla bla bla. Ane langsung merasa di bego begoin. hahaha.

    Lama2 bisa darah tinggi.

    Perbandingan VPS luar $20 dapat 2 core CPU 4GB RAM, VPS lokal 300rb dapat 1 core CPU dan 2GB RAM + plus bonus darah tinggi.

    Bukannya tidak mendukung produk dalam negeri, tapi logika sederhana saya sebagai konsumen ingin support yang cekatan, dan harga yang reasonable.

    Hosting luar waktu ada masalah cukup kirim email sekali langsung beres, hosting lokal kirim email bisa sampai 20 tetap ngga beres beres.

    ReplyDelete
  6. Saya pernah kecewa juga, dan setelah saya riset, problemnya ada di ekspektasi saya yang terlalu tinggi. Bukan masalah hosting lokal atau luar. Karena ada banyak juga hosting lokal yang bagus, dan tidak elok rasanya jika digeneralisir menjadi "lokal" dan "luar", terlalu sempit.

    Kalau soal harga yang mahal, memang sih saya akui provider di indonesia mahal-mahal, khususnya server yang berlokasi di Indonesia, karena memang infrastrukturnya mahal.

    Skarang saya sih lebih pilih server singapore dari provider hosting lokal yg pakai cloud server dari onApp federation.

    ReplyDelete