Cara Mengurangi dan Menghilangkan Sifat Perfeksionis

Perfeksionis itu bagus sebenernya, tapi akan menghancurkan ketika sudah meracuni.

Sifat yang perfeksionis ternyata membuat penderitanya sering menunda untuk melakukan sesuatu karena menunggu sesuatu 'ilham' yang luar biasa. Atau, bisa juga khawatir atau malas karena harus berpikir dan bekerja keras karena hasilnya harus sempurna.

Akhirnya, tidak melakukan sama sekali.

Saya sejak dulu mungkin seperti itu, susah sekali untuk menghilangkan sifat jelek ini. Tapi saya selalu yakin bahwa sifat ini bisa dirubah karena saya pun berhasil kebiasaan buruk yang mengganggu saya bertahun-tahun, sekarang sudah hilang.

Oke... sementara ini saya akan 'paste' kan artikel-artikel dari web orla.

Awas Penyakit Perfeksionis!

Oleh; Joko Susilo

Saya dulu pernah terkena sindrom penyakit perfeksionis. Sebelum mulai membuat situs, saya selalu yakin dan optimis. “Situs ini pasti sempurna!” Lalu saya susun rencana, strategi-strategi pemasarannya, produk-produk andalannya, desain situsnya dll. Aha…situs ini pasti yang terbaik!

Waspada, terserang penyakit perfeksionis

Setiap detil dari situs itu saya pertimbangkan baik-baik. Artikel-artikelnya juga harus yang terbaik dan tidak tertandingi. Itu yang menggebu-gebu dalam pikiran saya. Pokoknya…situs ini harus sempurna!

Tapi, kemudian apa yang terjadi? Saya selalu terpaku untuk yang terbaik. Apapun yang saya hasilkan, saya tak pernah puas. Karena, saya merasa selalu saja ada kekurangan. Jujur, saya takut kalau situs ini tak sesempurna yang saya bayangkan.

Namun hasilnya saya malah jadi tidak percaya diri. Apalagi kalau ada masukan dan kritik dari orang lain. Saya jadi semakin ciut. Dan, akhirnya ragu apakah situs ini benar-benar menjanjikan?

Ah! Kesempurnaan yang saya harapkan kok malah jadi hambatan untuk sukses?

Hehe… hal seperti ini memang kerap menghampiri para pebisnis internet. Semuanya ingin jadi sempurna. Pada intinya memang agar kita bisa mendapat banyak keuntungan.

Jika anda ingin punya hasrat menghasilkan situs yang paling OKE sedunia itu bagus. Keinginan seperti itu memang harus ditanamkan. Hanya saja, hasrat jadi sempurna itu punya efek samping. Dan, efek samping itu yang merugikan. Keinginan itu bisa melumpuhkan kemampuan anda yang sebenarnya. Hasilnya, tujuan-tujuan anda tidak akan tercapai.

Seperti yang tadi saya katakan di atas, misalnya, saya harus menulis artikel yang paling bagus! Karena pembaca hanya akan memilih yang terbaik. Konsekuensinya, saya terus menulis dan menulis. Satu tema saja bisa saya tulis berulang kali. Dan, saya masih tidak merasa puas. Apa anda juga pernah mengalami hal yang sama? Sangat tidak enak kan?

Semestinya kan saya bisa mengerjakan hal yang lain. Bukan berarti memberikan yang terbaik itu salah. Tapi, terlalu perfeksionis bisa memperlambat bisnis anda.

Akibat lainnya, kita jadi keras kepala. Kalau tidak sempurna, tidak akan terpakai. Pikiran jadi berat, jiwa juga lelah. Hasilnya, kita tidak akan bersemangat lagi menyelesaikan situs itu. Sementara anda masih saja terus cemas. “kok nggak bagus ya? Masih ada yang kurang deh!” Terus…dan terus…berpikiran demikian.

Akhirnya … situs yang harusnya launching bulan Agustus bisa molor sampai Agustus tahun depan. Wah…wah… gawat!

Selanjutnya, apa yang harus kita lakukan? Kalau dipikir-pikir, memuaskan semua orang itu kan tidak mungkin. Dan, kita memang tidak bisa memuaskan mereka seketika. Setiap pengunjung itu hanya akan mencari hal yang mereka butuhkan.

Kemudian kalau mereka menemukan kekurangan, mereka akan memberi respon. Apa saja yang kurang dari produk kita? Nah jadikan saran mereka sebagai umpan perbaikan. Asyik kan? Sambil bisnis kita tetap jalan, kita juga dapat kesempatan untuk perbaikan. Sebaliknya, kalau produk-produk anda juga tidak segera diluncurkan, bagiamana mereka bisa memberi respon. Iya kan?

Prinsipnya sederhana: Jadikan kesempurnaan itu sebagai motivasi. Tapi jangan sampai melewati batas waktu.

Maka, setiap kali anda punya ide cemerlang, segera susun rencana dan wujudkan!

Banyak yang bilang sukses berbisnis internet itu tidak perlu ide unik dan desain situs yang sempurna. Situs dengan kualitas rata-rata pun bisa menghasilkan uang yang anda inginkan. Intinya, perfeksionis itu penyakit menyebalkan!

Tapi, kini saya tidak khawatir lagi terjangkit penyakit perfeksionis. Saya sudah punya obatnya. Anda mau?

Jangan tunggu ide revolusioner muncul di otak anda. Percuma, ini tidak akan terjadi. Fokus saja pada hal-hal yang sederhana dan lakukan sesegera mungkin.

Jangan buang waktu untuk melakukan riset pasar. Luncurkan saja produk uji coba secepat mungkin. Untuk perbaikan produk, lakukan saja setelah launching.

Jangan terlalu banyak punya rencana bisnis. Karena tidak semuanya bisa menghasilkan.

Jangan buat rencana pemasaran besar-besaran. Akan lebih penting dan bermanfaat kalau masyarakat menyukai produk kita.

Jangan hanya fokus pada jumlah uang yang anda hasilkan. Fokuslah pada pengunjung situs anda.
Kalau produk anda sukses, uang akan datang sendiri. So, jangan jadikan uang sebagai tujuan.
Untuk sukses tidak perlu menyiksa diri kan? Intinya, segera wujudkan ide anda! Dan, selalu lakukan perbaikan…

Semoga kita terhindar dari yang namanya penyakit perfeksionis, selamat mencoba!

Cara Mengatasi Sifat Perfeksionis

Oleh: Fajrul Zanic, well, saya ga tau boleh dicopy enggak, jadi ga usah lah yang ini.

Q & A : Bagaimana Cara Menghilangkan Sifat Perfeksionis

Satu hal penting lagi yang selalu dan akan saya ingat adalah tidak ada yang sempurna di dunia ini, apapun itu. Dan proses yang wajar adalah satu hal yang sangat luar biasa kalau kita bisa jalani itu.

Tips:
Jangan tunggu ide revolusioner muncul di otak anda. Percuma, ini tidak akan terjadi. Fokus saja pada hal-hal yang sederhana dan lakukan sesegera mungkin.

Jangan buang waktu untuk melakukan riset pasar. Luncurkan saja produk uji coba secepat mungkin. Untuk perbaikan produk, lakukan saja setelah launching.

Jangan terlalu banyak punya rencana bisnis. Karena tidak semuanya bisa menghasilkan.
Jangan buat rencana pemasaran besar-besaran. Akan lebih penting dan bermanfaat kalau masyarakat menyukai produk kita.

Jangan hanya fokus pada jumlah uang yang anda hasilkan. Fokuslah pada pengunjung situs anda. Kalau produk anda sukses, uang akan datang sendiri. So, jangan jadikan uang sebagai tujuan.

Menghilangkan Perfeksionisme 

kita dalam mejalani hidup di dunia ini pasti akan diuji dengan aneka macam cobaan. Mengapa tidak percaya dengan apa yang terjadi pada diri kita ? Dan, apakah kita harus mengeluh dari setiap musibah yang menimpa kita ?

Bukankah semua itu sudah ada skenarionya ? Bukankah setiap kejadian atau peristiwa, baik maupun buruk, yang menimpa setiap insan di muka bumi ini sudah ada yang mengatur ?
Islam mengajarkan umatnya untuk tidak menjadi manusia Perfeksionisme, yaitu menginginkan segala sesuatu berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan atau berjalan sesuai dengan apa yang dicita citakan.

Emang ga ada yang melarang kita tuk meraih hasil yang sempurna, mendapatkan sesuatu yang lebih bagus, mencari sesuatu yang lebih utama, dan berusaha mencapai yang terbaik.

Tetapi, pencarian terhadap sesuatu yang lebih baik tidak mengharuskan kita untuk hanyut dalam kesedihan terlalu lama, berputus asa, tidak menerima takdir Allah, negative thinking kepadaNya, menyiksa diri sendiri, bahkan sampai menyalahkan orang lain jika tidak berhasil mendapatkannya.
Dalam kondisi seperti ini, kita perlu meluruskan jalan fikiran dan cara berfikir agar hidup bahagia tanpa diliputi rasa kekecewaan, kegelisahan, dan kesusahan.

Dalam dunia orang Jepang sifat perfeksionis itulah yang membuat negara mereka maju seperti saat ini, kalo di Jepang sifat ini diwariskan oleh para samurai dan dikenal dengan istilah "no misu" yang diambil dari bahasa Inggris "no miss" yang berarti tidak gagal.

Orang Jepang akan berbuat sebaik mungkin dan semaksimal mungkin dalam melakukan suatu hal sekecil apapun, sehingga ada perumpamaan jika di Indonesia kalo mau buat jalan diperlukan sebanyak 15 orang maka jika orang Jepang yang kerja hanya butuh 5 orang saja karena satu orang dapat mengerjakan beberapa hal sekaligus.

Nah, uniknya orang Jepang itu adalah bangsa peniru yang paling handal. tapi tidak hanya meniru saja, mereka akan mengembangkan apapun yang mereka tiru dengan cara belajar dari orang lain.
Lihat saja mobil Jepang, itu kan asalnya dari model Amerika yang dikembangkan jadi mobil-mobil imut seperti sekarang, atau kalo kamu liat anime (kartun Jepang) itu kan ditiru dari kartun-kartun Amerika.

Yah, saran saya biar gak terlalu stres jadi orang perfeksionis kamu juga perlu sadar diri, kamu kan manusia juga. manusia juga punya kelemahan dan kesalahan. Asalkan kamu tidak dengan sengaja melakukannya saya rasa hal itu akan wajar. Terus kalo kamu melihat seseorang yang memiliki kelebihan dari kamu dan kamu cemburu..saran saya pelajari saja cara dia bisa memiliki kelebihan itu, tiru dan kemudian kembangkan. Jadi gak perlu stres.
Semoga berguna ya

aku setuju sama theogh.. ;) 

ya, kamu ini kayaknya bukan perfeksionis, tapi agak ambisius..
itu normal sih sebenernya, justru kalo kamu bisa ngaturnya, itu bisa jadi dorongan buat kamu biar semangat dalam kerja atau belajar. tapi, kalo kelebihan, yang ada temen2 malah jauhin kamu gara2 keliatan egois.. cara mengatasinya :

1. kamu harus ngerti dulu kondisi kamu dan orang2 sekitar kamu, dari segala sisi. kelebihan sama kekurangannya. tiap manusia kan diciptakan punya lebih dan kurang.. jadi karena itulah kita tuh harusnya kerjasama, buat jadi sempurna, bukannya kerja sendiri2 biar kalo berhasil buat sendiri..

2. nyantai.. ini nih.. gara2 kamu ngebet banget, akhirnya kamu jadi terlihat ambisius.. padahal kalo semuanya dilakukan sambil dinikmati, hasilnya justru lebih baik & memuaskan.. ga usah terlalu terpaku sama apa yang kamu lakukan. fokus boleh, tapi ingat2 yang lain..

3. sosial itu penting. kalo kamu merasa butuh orang lain buat menyempurnakan kerjaan kamu, boleh dong.. justru dengan kamu mengundang orang lain buat ikut terlibat dalam proyek kamu, kamu bakal belajar untuk menghargai orang lain dan usaha bersama. kamu bakal belajar banyak dari dia tentang hal2 yang kamu kurang bisa. kerjaanpun jadi lebih perfect kalo dilihat dari berbagai sudut pandang orang. jadi, jangan jadiin orang lain saingan, tapi jadiin dia teladan. bisa dimengerti? lagipula, bukannya lebih enak rasanya merasakan kesuksesan bersama daripada sendirian? ga ada yang bisa diajak berbagi kesenangan dong..

siiph..

menurut saya itu bukan perfectionis 

perfectionis adalah sikap seseorang yang sangat memperhatikan sampai bagian yang terkecil sekalipun. misalnya pakaian, makanan, dll harus sempurna.....

stres yang anda miliki ini beda dengan perfectionis, ini lebih condong pada kecemburuan sosial... tidak perlu minder, setiap orang pasti pernah mengalaminya tetapi tidak sedikit orang juga yang tidak mampu mengatasinya....

cara mengatasinya:
1. sadarilah bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing
jika teman kamu punya kelebihan yang tidak kamu miliki, maka kamu juga punya kelebihan yang tidak dia miliki, begitu juga dengan kekurangan...

2. sadarilah talenta anda
setiap orang diberi talenta masing-masing dengan ciri khas masing-masing, kebanyakan orang ingin sesuatu yang dipunyai orang lain padahal dia sendiri punya hal yang sama tetapi tidak di latih dengan baik.. catat talenta anda dengan SPESIFIK , mulailah berlatih.

3. sadarilah bahwa kita diciptakan untuk saling melengkapi
jari telunjuk dipakai untuk menunjuk, jari tengah paling tinggi, ibu jari paling gemuk, jari kelingking yang bisa masuk kelobang kecil, jari manis yang paling di sayang, tapi apa bisa mengangkat buku dengan satu jari,
kita semua diciptakan dengan talenta mesing-masing bukan untuk saling menyombongkan diri tetapi untuk saling menolong di berbagai kehidupan ...

thanks
semoga membantu

Tarik nafas....lalu renungkan... 

1. Tidak semua hal harus aku kuasai
2. Tidak semuanya harus aku miliki
3. Yakinkan dalam hati; semuanya memiliki kelebihan dan fungsi masing-masing
5. Jangan buang waktu dan energi kita hanya untuk iri terhadap milik orang lain
6. Percaya apa yang kita punya saat ini adalah yang terbaik yang di berikan Tuhan

KEINGINAN MENJADI YANG TERBAIK TIDAKLAH SALAH. YANG PENTING SELALU BERSYUKUR TERHADAP HASIL AKHIR DARI YANG KITA KERJAKAN. KARENA SETIAP MANUSIA MEMILIKI KELEBIHANNYA MASING-MASING, MAKA KITA TIDAK BOLEH DIKUASAI OLEH PERASAAN IRI DAN DENGKI. SEMOGA BERMANFAAT.

1. yakini bahwa manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan, syukuri kelebihan itu dan terima kekurangan itu.

2. sadarilah bahwa kita bukanlah superman yang yang mempunyai segala kekuatan dan kecerdasa

3. kenali diri anda, bersikap bijak terhadp diri kita, sayangi diri kita, berbanggalah dengan kelebihan kita, dan berjalanlah di jalan kita.

4. jangan paksakan kita mengikuti kelebihan orang lain dan juga jangan paksakan orang lain untuk selalu mengikuti kita.

6 Responses to "Cara Mengurangi dan Menghilangkan Sifat Perfeksionis"

  1. Nice tips, memang salah satu kebiasaan berpikir yang paling umum dan merusak adalah perfeksionisme. Pemikiran seperti ini benar-benar dapat menahan kita dari kehidupan kita sendiri, karena kita akan merasa harus menyelesaikan sesuatu secara sempurna. Dan hal ini dapat menghancurkan harga diri kita sendiri

    www.careerln.com

    ReplyDelete
  2. Punya sikap bgni capek bget lah rasanya.. terhambat hal" yg g perlu jadinya gagal improve... #ituaku :'(
    Makasih tips penyembuhannya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama... saya juga... :(

      tapi udah berkurang sekarang... sifat ini sangat mungkin dikurangi.. kalo dihilangkan sih baiknya jangan ya...

      Delete
  3. iya hampir diatas bener semua dan ane juga ngerasain, tapi kalau kita kerjain sampe bener" perfect ngerjain sesuatu, saking perfectnya orang" sampai nggak bisa nemu celah buat komentar, itu baru perfecto, tapi jeleknya nggak ada celah kita untuk jadi lebih baik lagi, ini yang bahaya, overall aku sih yes, thanks tulisannya bermanfaat gan :D

    ReplyDelete