Dia Kembali, Tapi Agak Sedikit Berbeda

Siang tadi, dia tampak sedang cari genangan air yang bisa diminum..

Sayang, sepertinya semua gelas dan mangkok tampak kotor.

Saya yang baru saja mencuci teko listrik, sedikit terkejut bercampur senang. Dia kembali.

Saya perhatikan terus, ekspresinya agak berbeda, yah walaupun memang dia hampir selalu tampak sedih, namun kali ini dia terlihat lebih sedih.

Saya ambil mangkok bersih kemudian diisi air dari kran. Saya tawarkan ke dia... akhirnya dia bisa minum.

Cukup lama, mungkin dia sangat haus.. Setelah minum, dia pergi.. sepertinya dia lapar.

Aneh, kalo dia lapar kan langsung masuk kamar lalu ngeong-ngeong minta makan ke saya... Kok sekarang engga.

Saya ikuti dia keluar.. sampai jalan... dia terlihat masuk ke teras rumah orang...

Foto pas maghrib... terus dia pergi lagi..
Sekitar sejam berlalu, dia balik dengan kondisi terbatuk-batuk seperti ingin memuntahkan sesuatu. Mungkin dia dapat makanan sisa berupa tulang-tulang yang keras..

Dia lalu tiduran di luar kamar. Azan Ashar tiba, ketika akan wudlu, dia akhirnya mau masuk kamar.. walaupun akhirnya saya cegah juga, khawatir dia memuntahkan sesuatu di dalam kamar, kan ribet ngepel nantinya.

Dia nurut ketika dituntun ke luar, dia lebih penurut sekarang.

Lalu dia menggelaparkan badannya di luar sementara saya mengambil wudlu.

Pulang dari Masjid dia masih terlihat di depan kamar.. tiduran.. Dia belum berani masuk kamar ketika pintu dibuka..

Sekarang, dia tiduran dalam kardus di bawah tangga yang memang dibuat untuk tidur kucing dengan beberapa pakaian bekas sebagai alasnya.

Dia sedih, tampak lelah... mungkin dia merindukan anak dan teman-temannya? Entahlah...

Dari 3 hari yang lalu tidak ada satu pun kucing berkeliaran... Hingga tadi pagi ada satu yang tampak... dan hingga dia kembali... mungkin akan berdatangan lagi kucing-kucing yang entah kemana 3 hari belakangan ini.

Akhirnya saya bisa bertemu lagi dengan dia.. senangnya.

0 Response to "Dia Kembali, Tapi Agak Sedikit Berbeda"

Post a Comment