Sedekah untuk Dunia VS Sedekah untuk Akhirat + Bonus Dunia

Cukup lama saya membandingkan dua "jalan hidup" orang-orang yang melakukan sedekah.

Satu sisi, yang sudah kita kenal sangat dari TV, ustadz yang sangat sering menganjurkan untuk bersedekah, dengan iming-iming balasan 10x lipat, bahkan sampai muncul matematika sedekah. Itu janji Allah, balasan hingga 700x lipat.

Lalu, apa yang salah dengan hal itu? Bukankah sedekah selalu baik?



Cukup lama saya membandingkan... loh kok ngulang bahasa ini lagi...

Beberapa tahun saya galau, antara mengikuti satu pendapat di atas yang memang saya setuju... Dengan pendapat lain yang tegas mengatakan bahwa sedekah itu harus ikhlash.

Seperti apa sih ikhlash itu?

Gampangnya, kita mengeluarkan sesuatu dari milik kita, tanpa mengharapkan sedikitpun balasan. Di tingkat ekstrim, bahkan kita tidak mengharapkan pahala.


Kegalauan saya adalah karena dari dalil-dalil tentang sedekah itu sendiri. Satu pihak selalu menggunakan firman Allah yang membahas tentang ganjaran sedekah di dunia. Pihak lain membantah dengan menggunakan firman yang menyuruh kita sedekah secara ikhlash hanya untuk Allah.


Dalam pikiran saya, bukankah Allah sendiri yang mengatakan demikian, menjanjikan demikian, lalu kenapa kita tidak boleh mengaharapkan hal tsb. Bahkan pejuang syahid yang akan berperang di jaman Rasulullah pun dijanjikan surga untuk menyemangati mereka bertarung di medan peperangan.


Inilah... kenapa kita mesti belajar dari guru, dari mereka yang menguasai keseluruhan Al-Qur'an, walaupun tentunya tidak ada yang sempurna (ilmu gurunya).


Dalam Al-Qur'an, dijelaskan dua hal yang menurut pengetahuan saya kok saling bertolak. Gimana ngamalinnya kalo gitu, pusing kan?!

Ternyata simpel aja... ada firman dan hadist lain yang menyambungkan kedua firman yang terlihat bertolak tsb.


Hal penting yang kita sangat hapal namun sering lalai adalah, NIAT! Alasan kita melakukan sesuatu, apa yang kita tuju dari melakukan sesuatu, ibadah.


Allah jelas-jelas menjanjikan balasan bagi mereka yang bersedekah dan berbuat baik kepada sesama di bumi. Balasannya langsung bagi banyak manusia, sebagian lainnya agak samar, ditunda, digantikan, atau diberi nanti di akhirat.

Ketika sedekah kita adalah karena mengharapkan balasan dalam bentuk kekayaan (juga), maka kita akan mendapatkan balasan tsb. Tidak ada keraguan (setidaknya untuk saya) untuk mempercayai hal ini karena merupakan janji Allah. Tapi hanya itu... hanya itu yang kita dapat ketika kita hanya mengharapkan balasan berkali-kali lipat dari apa yang sudah kita keluarkan untuk bersedekah. Tidak ada sisa untuk membantu kita menaikkan timbangan amal di hari penghisaban nanti. Semuanya habis di dunia.

Sedangkan bagi yang ikhlash... Jelas akan mendapatkan ganti di akhirat. Serta mendapatkan balasan di dunia walaupun tidak diharapkan, dan biasanya dalam bentuk yang bermacam-macam.

Saya ini blogger pemalas, jadi untuk ayat-ayat Al-Qur'an-nya cari sendiri ya.


So, inti yang ingin saya sampaikan adalah... Yuk, belajar melakukan sesuatu (ibadah) dengan ikhlash hanya karena Allah. Tidak mengharapkan balasan, tidak mempertanyakan kenapa dan untuk apa.

Untuk yang ingin kaya, silahkan berusaha, berdo'a dan berbuat baik.. InsyaAllah dikasih kaya. Tapi ingat, jika hanya mengejar dunia, kita akan dapat dunia. Tapi jika tujuan kita akhirat, insyaAllah dapet dua-duanya, akhirat bonus dunia. Bisa? InsyaAllah.. kita hanya perlu belajar.


Silahkan koreksi jika ada yang salah, WAllahu a'lam.

0 Response to "Sedekah untuk Dunia VS Sedekah untuk Akhirat + Bonus Dunia"

Post a Comment