Marhaban Yaa Ramadlan


Perasaan saya di hari pertama bulan puasa Ramadlan tahun ini berasa biasa. Mungkin karena sebelumnya saya membayar utang puasa tahun lalu karena sakit, 4 hari.

Ditambah perasaan saya terlukai oleh beberapa perasaan orang lain. begitulah...

2 bulan lalu, perasaan saya menghadapi Ramadlan sangat senang, gembira sekali, dan seharusnya begitu juga ketika akhirnya berjumpa dengan Ramadlan.

Tapi jujur, perasaan saya terlalu biasa.

Hmm... of course I hate this. It not supposed to be like this. I have to be happy, cheerful, facing Ramadlan.


Maybe because my feeling is not very well..


Happy or not, I just wanna say, welcome Ramadlan, marhaban ya Ramadlan.


Di bulan Ramadlan, ibadah kita bisa berlipat-lipat barokahnya, jangan pernah sia-siakan bulan Ramadlan.

Berbuat baik, beribadah, baca Qur'an, sedekah, dan ribuan bahkan jutaan cara lainnya untuk beribadah.

Bismillah.. Semoga kita bisa mendapatkan barokah Ramadlan tahun ini, dan diberi kesempatan untuk berjumpa lagi tahun depan, aamiin.





Note: Soal penggunaan penulisan Ramadhan dan Ramadlan, saya lebih cocok dengan Ramadlan, dan yang saya lihat, sangat sedikit yang menggunakan penulisan seperti itu. Biarlah... yang penting cara bacanya bener, okeeeh!?

Update: Ternyata udah lumayan banyak yang pake penulisan Ramadlan :D Saya masih ingat betul 1 - 2 tahun lalu masih sangat sedikit, bahkan selalu dialihkan ke Ramadlan oleh google.

Cara penulisan yang benar kalau mengikuti para 'Ulama salaf Indonesia, adalah Ramadlan, seperti wudlu, bukan wudhu..

0 Response to "Marhaban Yaa Ramadlan"

Post a Comment