I am Happy

Kadang, melepaskan itu bisa membuat bahagia. Kadang, tak memiliki apa-apa itu bisa membuat kita tak memiliki beban yang memberatkan. Kadang, kita harus rela melepaskan.

............

I am happy now..

Sekitar 7 bulan lalu, awal tahun 2015, [Mati itu ga enak], saya masih ingat betapa saya ingin keluar dari kehidupan ini. Betapa bodohnya saya waktu itu, ayah saya kemarin bilang, orang pada berusaha mati-matian untuk hidup, kok ini ada orang hidup malah pengen mati, konyol.

Setidaknya saya sudah sangat menikmati hidup ini meskipun banyak hal yang terjadi membuat seolah sebuah masalah. Saya menikmati... Saya ingin hidup... Saya ingin bahagia bersama orang-orang yang saya sayangi. Orang tua, saudara kandung, keluarga besar, dan teman-teman yang saya cintai.

Hidup ini terlalu indah, ya, indah, no matter what... Memang banyak hal mengerikan, perang, dengki, pertengkaran, tapi setidaknya bumi ini ada dan sangat indah untuk kita nikmati, itulah salah satu nikmat dari Allah yang kita sering gak sadar.

Kadang, menjadi introvert itu membuat aku bahagia. Aku bisa mengamati benda-benda sepele yang menurutku sangat indah. Mengamati orang-orang yang gak dikenal, dan itu fun.

I enjoy everything..

Memang aku masih memiliki dendam, sakit hati, dan emosi yang luar biasa kepada beberapa orang yang sungguh menjijikkan, tapi biarlah hidup ini membawa aku dalam sebuah petualangan sebagai pembelajaran untuk berubah menjadi lebih hebat.

Tinggalkan orang yang meracuni pikiranmu, jauhi saja orang yang memberatkanmu, masih banyak kehidupan lain yang bisa kita jelajahi.

Kadang, kita memang harus melepaskan.


0 Response to "I am Happy"

Post a Comment