Website Sebagai Alat untuk Brand Building, Apa Lagi?

Ketika kita ingin orang lain tau apa yang kita ketahui, apa yang kita bisa, capable, maka salah satu caranya adalah membuat website lalu mengisinya dengan artikel tentang apa yang kita kuasai. Masyarakat yang mencari topik tentang apa yang kita kuasai akan melihat dan akhirnya mengenal, siapa ahlinya. Perusahaan besar yang sedang membutuhkan seseorang yang masih berhubungan dengan apa yang kita bisa, akhirnya tau, siapa yang pantas untuk diajak kerjasama atau direkrut. Begitu cara menjual diri. Begitu salah satu cara untuk personal brand building.

Bagaimana dengan usaha, UKM, atau perusahaan besar. Sama saja. Membuat website lalu mengisinya dengan apa yang berkaitan, akan membangun brand perusahaan tsb.

Ada satu contoh, pelaku usaha di bidang batik di Trusmi. Awal kenal internet, saya melihatnya sayang sekali karena tidak memiliki website, lalu akhirnya saya tawarkan untuk saya buatkan, gratis.

Setelah website jadi, saya tidak begitu paham apa yang pelaku usaha tsb harapkan. Website tsb pun dituntut untuk diisikan konten-konten yang sebenarnya, I don't have the capabilities about all those f***** s***.

Website yang kini memiliki visitor stabil di angka 400 - 600 Unique Visitors per day itu mungkin dianggap tidak memberikan sumbang sih apapun pada usaha yang dijalani. Jika kembali ke judul, meski tidak diapa-apakan, website tsb sebenernya sudah ikut membangun brand awareness. Bayangkan, setiap hari ada sekitar 400 - 600 an orang baru yang tau tentang brand tsb, mungkin suatu saat ketika berkunjung ke daerah sang pelaku usaha, akan mampir sebentar.

Nah, apa lagi yang bisa diharapkan dari sebuah website?

Website itu memiliki banyak manfaat dan kegunaan sesuai apa yang diinginkan. Misalnya, menambah penghasilan dengan memasang iklan, atau menjual koleksi produk yang dimiliki melalui online.

Yang jelas, adanya website itu sebaiknya dihargai dan diambil manfaat sebanyak-banyaknya. Apalagi sudah solid di search engine dan memiliki jumlah visitor yang tidak sedikit jika dibandingkan dengan website ukm lainnya. Setidaknya, kunjungilah sesering mungkin, sebagai salah satu cara berterima kasih. Atau jika memang dianggap tidak memberikan manfaat, tidak salah sih jika website yang ada dicuekin saja.

...........


0 Response to "Website Sebagai Alat untuk Brand Building, Apa Lagi?"

Post a Comment