motoGP Sepang, Gimana Kalau Semuanya Salah?

Waktu GP Malaysia sedang berlangsung dan menyisakan 3 lap, saya sudah posting ungkapan kekesalan saya di link ini, namun setelah beberapa hari saya hapus, alasannya karena saya sudah gak kesel lagi :D Lagipula cuma beberapa kalimat.

Jujur saya ngefans abis sama Rossi, menurutku Rossi itu "keren" seperti halnya Michael Schumacher. Start ga perlu paling depan tapi bisa nyodok, nyodok dan nyodok teruuus. Itu baru balapan yang super fun! Kalau sudah ngacir duluan, itu bener-bener membosankan, lah balapan kan dibuat buat seru-seruan, kalo gak seru, ya tujuan balapan gampangnya bisa dikatakan, gagal.

Tapi saya gak langsung serta merta mendukung Rossi 100% atau menyalahkan Marquez 100% setelah kejadian di Sepang. Menurut saya keduanya salah. Kalau mau lebih ekstrim lagi, semua pembalap kelas atas motoGP, salah. Atau kalau kurang, sekalian sama tip pabrikan dan board motoGP juga salah, wkeke.

Gimana ceritanya?

Gini kalau dari kacamata elmuha, eh elmuha gak pakai kacamata ding..

Marc Marquez


Ngasih jalan ke Lorenzo segampang itu, lalu ketinggalan jauh, nonsense! Di sini, tanpa bawa fakta dsb, bisa tersirat; Marquez emang sengaja ngasih jalan ke Lorenzo lalu berduel dengan Rossi. Salah gak?

Ya kalau salah sih, uhm... engga sih.. seperti apa kata race Director bilang. Tapi bro... gak etis! Nah, gak etis ini menurut elmuha sih pantas untuk masuk ke area "salah".

Terus, kalau itu belum cukup.. gaya riding Marquez itu kaya *** banget waktu duel sama Rossi. Sorry nih bro, elmuha gak punya istilah yang tepat. Kalau kata salah satu pembalap yang mendukung Rossi sih, riding like a d***, yah tebak aja lah itu sensornya apaan.

Marquez motong Rossi berkali-kali, bahkan seagresifnya Rossi pun masih di bawah Marquez. Ini ada apa, kok ngotot banget ngalangin Rossi, duel sama Rossi, apa dendam apa gimana...

Nah ini menurutku salah, atau setidaknya ya itu, gak etis. Gaya riding Marquez ini di mata elmuha udah membahayakan pembalap lain yang tentu saja waktu itu hanya Rossi.

Ketika Rossi melambaikan tangan, ini bisa berbeda-beda kemungkinan artinya...

Bisa, begini; "ente ngapain sih?, wtf bro..."

Atau; "lu ngapain, sono kalo mau duluan ya duluan aje!"

Atau mungkin cuma sekedar mengingatkan, "ente keterlaluan!"

Nah, setelah Rossi memberikan "kode", Marquez gak berubah acan-acan, tetep agresif. Seakan jalannya race tsb normal. Ya gimana ya.... penonton newbie sekalipun, elmuha yakin bakal bertanya-tanya, "ada apa ini."

Setelah itu... kita pindah ke Rossi..

Valentino Rossi


Kesalahan pertama dari mata elmuha..

Sebelum race, menurut saya sih ga perlu lah ngasih statement yang meragukan level "mengidolakan" Marquez terhadap Rossi. Marquez itu gampangnya, "masih bocah", yang emosinya tentu akan tertantang ketika merasa diremehkan, atau merasa di.. apa ya... ya pokoknya gitu lah.

Seperti sebuah nasehat, "ketika orang sudah dicap sebagai pembunuh, dia akan semakin tidak ragu untuk membunuh. Atau mencuri, preman, mabuk-mabukan, dsb" Lah udah dicap jeh...

Mungkin Marquez malah jadi punya ide buat "ngrusuhin Rossi"

Lalu, ketika kualifikasi, ini agak konyol sih, harusnya ga perlu ketiga posisinya. Lorenzo jadi ngambek, dan akhirnya punya energi negatif yang kuat namun dirubah ke energi positif untuk mengalahkan Rossi.

Mending keempat aja, tapi lalu nyodok dengan agresif ke depan, meskipun riskan kalau Lorenzo nanti bakal ngacir duluan, well... buktinya Lorenzo keempat pun bisa ke depan kan?!

Terus, di awal-awal lap, kesalahan Rossi, membiarkan Lorenzo nyalip. Harusnya lebih ngotot untuk berada terus di depan Lorenzo, kan cara main Lorenzo itu ngacir di awal, ya di awal jangan sampai di depan. Kalau sudah di depan, misal Marquez dan Dani ingin membantu Lorenzo, maka akan sangat mudah.

Pas duel sama Marquez, menurut elmuha sih gak ada salahnya si Rossi ini, dia lambat marquez ikut lambat, dia ngebut, Marquez akan narik gas buat ngejar Rossi, jadi Rossi mesti gimana? Ngalah sementara dia lagi ngejar juara dunia motoGP yang mungkin kesempatan terakhir sebelum pensiun??

Well, lalu dia sempat mengalah, tapi ternyata Marquez terlihat juga tetap "ngrusuhi" Rossi. Sampai akhirnya, inilah kesalahan Rossi...

Dia terpancing Marquez untuk melakukan sesuatu yang kurang "asik". Dia berniat dengan sengaja membuat Marquez WIDE. Lalu...

Elmuha sih gak ngeliyat itu yang namanya "tendangan" yang banyak diberitakan media dan disebutkan para blogger. Lah dengkulnya cuma ngelebar dikit doang... moso iya dikatakan tendangan.

Marquez yang diharapkan wide lalu keluar jalur, ternyata tetap mau nempel Rossi terus, yang tentu saja harus dihentikan oleh Rossi agar tidak nempel banget lalu jatuh dua-duanya.

Dan oh iya, nambahin kesalahan Marquez, pernyataan dia ini terlalu sulit dipercaya tentang kaki Rossi yang mengunci rem dsb, opo iyo mungkin bisa dilakukan oleh Rossi?

Moso iya Rossi yang punya pengalaman bertahun-tahun di motoGP rela untuk mendapat hukuman dari RD dengan sengaja menjatuhkan pembalap lain, kayaknya sulit untuk dipercaya ya.

Udah ah..

Dani Pedrosa



Lah, apa salah dia kok dimasukin sih....

Hehe... ya tetep ada yang gak asiknya walaupun bukan kesalahan sih.. Apa?

Dia ini terlalu bersemangat di akhir musim, kenapa gak dari awal-awal coba? Iseng banget kan?!

Atau mungkin karena sudah "nothing to lose" atau gak ada yang dipertaruhkan (seperti halnya Marquez) lalu jadi "plong" dan bisa ngebut sengebut-ngebutnya? Entahlah.

Jorge Lorenzo


Hmm... yang gak suka ama dia banyak nih, yang benci juga banyak. Well.. elmuha termasuk yang salut ama Lorenzo, tapi biasa aja (kalau gak mau dibilang, ga suka). Emuha gak benci ama dia.

Lorenzo itu tipe orangnya emang gitu, pundungan atau kalau bahasa sekarangnya, baper (elmuha serius gak tau apa artinya). Dan dia emang gak suka buat "ngehibur" fans. Lah, waktu di Sentul itu elmuha sampai mengeluarkan kalimat "what thaaaa faaaaaaaak" gara-gara dia gak jadi ikut balapan fun. Ya emang sih hak dia, tapi ya mbokyo lebih gimanaa gitu kaya Marquez misalnya waktu diundang Honda.

Tapi enough lah ngomongin sifat dia.. Salah dia apa sih di MotoGP Sepang ini?

Ini dia, versi elmuha.

Pertama, dia gak "terima kasih" banget ama Rossi, yang sudah secara tidak langsung membuat tim Yamaha mudah mendapatkan sponsor besar/ utama.

Lalu dia lupa, Rossi itu teman setimnya, Yamaha. Ini penting banget.

Eh, dia malah "sungut-sungutan" ke Rossi, kan gak asik banget men diliatnya.

Lalu salah dia apa lagi...

Uhmm... gak ada sih...

Lorenzo itu cuma ga mendukung Rossi malah mendukung Marquez, itu aja yang super gak asik banget. Setidaknya, cobalah netral karena siapa yang tau kesalahan manusia sepenuhnya kecuali Tuhan :) :angel mode:

Emang dilema buat dia, kalau Rossi tidak dikasih finalty, maka kesempatan jurdun akan semakin tipis.

Pindah ke pembalap lain,

Andrea Iannone


Di balapan sebelum Sepang, apa sih, di Australia itu... di Phillip Island yah?!

Ngapain itu Iannone ngotot banget ngalahin Rossi, ya emang sih biar podium.. tapi kan Iannone secara tersirat seakan mendukung Rossi. Jadinya Rossi mesti lebih banyak kehilangan gap point kan.

Ditambah adanya statement yang seakan mengatakan, nanti gue bantu Lorenzo di race. Ini gara-gara dia ngikut race line-nya Lorenzo waktu practice.

Jika dia akan membantu di Valencia, Spanyol nanti, toh kondisinya sudah semakin runyam.

Lalu apa harusnya Iannone ngalah aja gitu waktu di Phillip Island?

Ya gak juga sih, ya gak tau lah... elmuha lieur.

Kesalahan lain apa ya.. mungkin ini... :D

Iannone kurang ngebut di Sepang, harusnya dia yang duel ngrecokin Marquez, kalau misal harus ndlosor dua-duanya, setidaknya Rossi bisa ngejar Lorenzo dan Dani Pedrosa. :D

Ditambah, Rossi kan mantan pembalap Ducati, yah setidaknya Iannone kasih "for old time shake" lah dukung Rossi, hahaha. Marquez, Dani, dan Lorenzo perasaan belum pernah di Ducati bukan?! iya gak sih.

Rossi ninggalin Ducati juga bukan karena gimana-gimana.. Dia cuma pengen juara dunia lagi di motoGP untuk yang terakhir.

Ini belum ngomongin masalah kewarganegaraan yang marak menjadi issue setelah motoGP Sepang.

Okeh... sekarang pindah ke kesalahan siapa ya???


Serius gue lupa.. haha

Yang jelas, menurut elmuha, tim, board, dan penonton juga ikut menyumbang terjadinya insiden motoGP terparah tahun ini.


Yah okelah... sekian dulu analisa konyol tapi serius dari elmuha ini. Jangan terlalu diambil hati, dibuat fun aja! Gak ada Rossi masih ada motoGP, gak ada motoGP masih ada F1, Nascar, dan Isle of Man TT. Yang terakhir disebut ini menurut elmuha lebih keren loh dibanding motoGP sekalipun.

Elmuha sih berharap, elmuha bisa suka ke pembalap selain Rossi, biar tetep lanjut nonton motoGP di masa depan. Dan Yamaha mendapatkan pembalap terbaik, begitu juga Honda dan Ducati. Jangan ada yang "njomplang", nanti gak seru.

Dan yang terakhir, Rossi mungkin enaknya pensiun aja dari motoGP di tahun ini.

Moral of this story:

Tinggi badan tidak menghalangimu untuk menggapai impian di motoGP, tinggi badan Dani itu 160 cm broooooo, masih tinggian gue yang sering minder kurang tinggi. Dan Marc itu ternyata cuma 168 cm, yah ga jauh-jauh amat lah bedanya ama gue. Pantesan dua orang ini ngebut banget, huahaha. Lah tinggi Rossi itu 180 cm lebih bro.. jadi hambatan angin lebih kuat, tapi buat ngerem telat atau late braking jadi lebih gampang, dibantu badan buat naikin hambatan angin. Wkeke... Ini teori ngasal bro, jangan langsung dipercaya.

Wokeh... see you...



IMGs credit: motoGP & attractionsinmalaysia.com

1 Response to "motoGP Sepang, Gimana Kalau Semuanya Salah?"