Banjir Bandang, Ngeri, Tapi Sering Dilupakan Setelah Musibah

Daerah rendah, sangat rawan akan banjir bandang. Terutama yang struktur tanah di dataran tingginya sudah rusak dan tidak bisa menampung air hujan yang turun terus menerus.


Banjir bandang lebih susah diprediksi karena memang datangnya tiba-tiba dan sangat cepat. Tapi bukan berarti tidak bisa dicegah.

"Elmuha turut berduka akan musibah banjir bandang di Garut kemarin yang bahkan menewaskan banyak orang. Semoga para korban diberi kesabaran dan kekuatan menghadapi musibah mengerikan ini."


Yang kadang membuat saya gak ngerti, kenapa kita tidak juga sadar untuk segera membenahi dan mereboisasi alam yang semakin rusak ini.

Peran pemerintah daerah tentunya sangat diharapkan karena banjir bandang terjadi di daerah yang jauh dari kontrol pemerintah pusat. Dan memang benar juga menurut saya bahwa penyebab banjir bandang adalah karena ulah kita juga.

Kayaknya hampir setiap tahun terjadi banjir bandang, setidaknya 5 tahun terakhir, berapa kali terjadi musibah ini?

Dan sepertinya sudah manusiawi juga saat musibah sudah dilewati, kita akan bersama-sama mencoba melupakan tanpa berbuat sesuatu yang bisa mencegah terjadinya musibah banjir, bukan hanya banjir bandang yang sering mengambil nyawa, tapi banjir kecil di pertkotaan juga.

Ahh... tak perlu lah kita ke kota Jakarta yang sudah amat sangat rusak struktur tanahnya. Di daerah-daerah yang kelihatannya banyak hutan asri pun, ternyata sudah banjir juga.

Kalau udah gini, saya pikir akan sangat salah jika kita hanya menyalahkan pemerintah yang tidak sungguh-sungguh memperbaiki tata lingkungan, kitanya saja sering tidak peduli.

Saya termasuk.

Mengkonsumsi barang dengan jumlah sampah yang sangat besar, malas membersihkan got/ selokan, dan menyemen bagian tanah tanpa ada banyak sisa untuk fungsi peresapan air.

Yang bagian terakhir saya gak ikut-ikutan ya, saya paling cinta pada dataran tanah dan rumput, paling parah-parahnya mungkin memasang paving blok.

Of course pemerintah harus punya andil yang sangat besar, termasuk di dalamnya mengingatkan, mengajak, kalau perlu mewajibkan masyarakat negara untuk membenahi lingkungan secara masif.

Hmm... bahasa saya keren juga ya... Pertanyaannya, saya yang ngomong hal-hal di atas ini, apakah punya niat sungguh-sungguh untuk ikut menjaga dan membenahi alam?!

Sangat. Saya sangat ingin. Tapi kadang permasalahan hidup membuat kita tiba-tiba lupa, puff... tiba-tiba hilang dari kepala dan hati kita - keinginan untuk menjaga alam tsb.

Saling mengingatkan tanpa henti, dan bahu-membahu untuk mengembalikan fungsi-fungsi alam yang rusak, mungkin salah satu caranya.

0 Response to "Banjir Bandang, Ngeri, Tapi Sering Dilupakan Setelah Musibah"

Post a Comment