Writing to Practice

Di dunia ini, kita tak akan pernah tau, siapa yang paling hebat, siapa yang paling pintar, dsb.

Nabi Musa yang sudah sangat pintar, ternyata masih ada Nabi Khidir.

"Di atas langit ada langit" mungkin pribahasa yang tepat, meskipun secara science jumlah langit sudah jelas.

Kita tidak punya tujuan kepintaran karena memang tidak ada yang tau batasnya, kecuali Sang Maha Tahu. Yang kita lakukan hanyalah berusaha dan belajar agar bisa lebih baik, dan terus lebih baik lagi.


Saat makan siang di warteg tadi, ada cewek yang suaranya halus banget, sayang, gue gak berani liat wajahnya, kebetulan dia pesen nasi bungkus dari belakang saya.

Eh, kok malah bahas cewek.

Maksudnya, di warteg tadi, saya kepikiran, dan sadar, bahwa kegiatan saya menulis seharusnya dijadikan ajang untuk melatih kemampuan menulis.

Seperti yang saya katakan kemarin, atau kemarin lusa mungkin, penulis hebat itu asalnya ya dari abal-abal juga. Karena seringnya menulis, jutaan kata, ribuan halaman, puluhan buku, akhirnya membuat hasil tulisannya selalu bagus.

Mungkin, saya bisa menulis bagus saat umur saya sudah di atas 50 tahun nanti. Mungkin loh ya. Jadi, selama masa penantian inilah saya belajar menulis agar lebih baik.

Jujur saya tidak bisa menilai apakah tulisan saya lebih baik, atau malah tambah kacau. Saya menulis panjang sudah dimulai sejak kelas 4 SD waktu pertama kali beli buku diary, iya gue tau, kayak cewek. no problemo.

Yang jelas, sekarang saya seringnya tidak perlu mikir kalau mau menulis. Seperti posting ini, saya hanya mengetik dan mengetik, sesuai apa yang tiba-tiba keluar dari pikiran. Itu aja.

Soal kualitas, malah saya merasakan tulisan saya tidak lebih baik dari 7-10 tahun yang lalu.

Tapi sekali lagi, itu semua proses pembelajaran, melatih agar semakin mudah menulis, semakin banyak, dan saya yakin bisa semakin baik.

Jadi, duhai diriku yang malas nulis ini, menulis lah dengan tujuan latihan. Gak perlu mikir kualitas, gak perlu mikir akibat, gak perlu mikir hasil (duit) dari menulis itu juga. Pokoknya, menulis buat belajar nulis, udah, itu tok.

0 Response to "Writing to Practice"

Post a Comment