Bedanya, Diucapkan atau Tidak! (untuk Saudara Muslimku)

Untuk semua saudaraku Muslimin wal Muslimat...

Hati-hatilah berbicara...

Jangan mudah menuruti hawa nafsu untuk mengungkapkan kekesalan yang mungkin belum tentu benar.

Mengejek orang lain dengan mudahnya, mengolok2 tokoh agama, mengolok2 tokoh ustadz, bahkan kyai.

Sadarlah...

Jika kalian bukan Muslim, saya maafkan karena mungkin kalian tidak begitu paham.

Namun jika kalian ternyata juga seorang Muslim, hati-hatilah...

Sadar bahwa apa yang kalian ucapkan itu, akan berimbas pada diri kalian sendiri.


Bahkan ketika ada bayangan/pikiran ingin mengucapkan perkataan kotor, tapi tidak pernah keluar dari mulut, artinya Anda selamat dari godaan syaitan yang terkutuk dalam hati Anda.


Jadi, jika kalian marah, kesal, ingin berkata kasar, megolok2 saudara yang bahkan ternyata sesama muslim, tahanlah dalam hati, kecuali kalau kalian merasa yang paling pintar di bumi ini, which is artinya Anda sombong dan sekecil apapun kesombongan akan ada balasannya, silahkan berbuat semau kalian, namun hati-hatilah. Mungkin suatu saat akan berbalik..


Mari sama-sama menjaga hati sesama muslim, walaupun kita mendapatkan olokan yang tidak pantas, bukan berarti kita harus membalas. Apalagi kalau cuma baca-baca berita lalu komen dengan perkataan yang sungguh tidak pantas,

Apakah kalian sadar kalau kalian muslim?


Mari belajar lagi, jangan sampai ngerasa udah pinter.


0 Response to "Bedanya, Diucapkan atau Tidak! (untuk Saudara Muslimku)"

Post a Comment