Migrasi ke HTTPS, Pengalaman Aja....

Tadinya elmuha cuekin duplicate index content blog di google serp (http dan https), bukan blog ini.

Alasan nyuekin, karena google menyembunyikan salah satu link lain (http atau https) dan hanya menganggap satu saja. Lagi, gak semua konten terindex double.

Tapi hari ini, coba iseng memeriksa serp blog elmuha yang ituh, eh ternyata sudah mulai mengkhawatirkan.

Ada link2 yang double tampil semua, dan sepertinya sudah merambak ke banyak link post blog.

Yaudah deh, dari pada nantinya berefek menyeramkan, misalnya penurunan visitor, atau lebih parah deindex (kayaknya kok gak bakal sampai separah ini), akhirnya elmuha putuskan untuk 99% pindah ke https dari http biasa.

Tambahan S itu untuk keterangan SECURE. Jadi pas buka browser, ntar ada keterangan Secure atau gembok warna ijo, tulisan https juga warna jadi ijo.

Keren aja gituh..

Punya elmuha sendiri....

Perasaan blog-nya jadi berasa keren dan penting banget gituh....

Nah, apa saja langkah dan solusi pada masalah2 yang timbul?

Yang pertama,

Elmuha lakukan perubahan url standar di setting general wordpress. Rubah dari http ke https.

Nah, ini udah lancar sih, soalnya sekarang sistem redirect-nya wordpress udah canggih gak kayak dulu. Jadi semua link http yang ada didatabase, otomatis berubah ke https. Tapi gak semua!

Kedua,

Ternyata kalau diakses menggunakan http, gak mau redirect itu link ke https. Di sini dibutuhkan fungsi redirect.

Cobain plugin, gak ada yang simpel dan powerful. Cobain ke manual aja, tambahin fungsi redirect ke .htaccess. Lebih mudah.

Elmuha cuma tambahkan kode ini di file .htaccess:

RewriteEngine On
RewriteCond %{HTTPS} off
RewriteRule ^(.*)$ https://%{HTTP_HOST}%{REQUEST_URI} [L,R=301]

Cobain buka url2 http, ternyata berhasil redirect ke https. Memang kedua url baik http dan https bisa dibuka dengan aman, tapi elmuha cuma berorientasi ke SEO performance, dua url untuk konten yang sama itu gak baik, http dan https adalah dua url yang berbeda, walau tampak sama. Jadi mesti konsisten satu saja.

Ketiga, Ini penting.

Kalau ada file yang belum https, misalnya logo, favicon, atau apa gitu... Biasanya nanti ada keterangan Insecured dan gak ada simbol gembok ijo.

Di sini kita mesti cari-cari url mana aja yang harus dirubah manual ke https.


Yang masih menjadi pikiran saya;

Itu image di post kan url-nya masih http, tapi tetap muncul, dan keterangan secure atau gembok ijo juga udah ada. Begitu juga ketika dibuka di tab baru, bakal redirect ke https. Sayangnya ketika dibuka gambar tsb menggunakan pop up image gitu (fancy image misalnya), ternyata url-nya dianggap balik ke http dan gembok ijonya hilang.

Tapi kayaknya sih tetap dianggap https sih.. Ya kita lihat saja apa pengaruhnya dalam 1 minggu ke depan.

Keempat, 

Elmuha lakukan submit ulang blog ke Webmaster, lebih tepatnya nambahin blog dengan url https. Ini berdasarkan petunjuk google juga kok. Jadi dua-duanya sebaiknya disubmit, begitu juga kalau blog bisa diakses menggunakan www atau tanpa www, tanpa redirect ke salah satunya, juga sebaiknya disubmit semua url-nya ke Webmaster.

Jangan lupa cek di BrokenLinkChecker supaya memastikan apakah semua link berjalan semua atau tidak. Sebaiknya tidak ada yang rusak link-nya, yang 404 juga sebaiknya diredirect ke mana gitu... terserah... ini gak terlalu berhubungan ama https sih... tapi bisa juga.


Oke kira-kira gitu...

Kalau ada yang kelewat, mohon maap... Namanya juga cerita pengalaman aja, migrasi dari http ke https.

Moga bermanfaat....

0 Response to "Migrasi ke HTTPS, Pengalaman Aja...."

Post a Comment