Life's Hard - Belajar dari Perjuangan Penguin yang Berdarah-darah


Kalau denger "Pinguin", mungkin bayangan kita langsung ke seekor burung lucu yang gak bisa terbang.

Dan itu gak salah karena sebagian Penguin memang tinggal di daerah yang tidak seberat koloni Penguin lainnya.

Foto di atas adalah salah satu scene dari serial Planet Earth II episode 1. 

Setelah menonton episode ini, saya seakan sadar, bahkan pas nonton pun rasanya pengen nangis ngelihat perjuangan Pinguin di pulau Zavodovski. Kalau adik cewek saya nonton pasti udah nangis ini.

Di awal-awal tontontan, Pulau Komodo juga masuk, karena episode pertama ini memang topiknya Islands. Lalu seperti kita ketahui, Komodo adalah satu reptil yang sangat langka, malah hanya ada di Pulau Komodo, the Dragon Island.

Penutup episode benar-benar breathtaking. 


Jutaan Penguin berkumpul di satu tempat, renungkan saudara-saudaraku.

Jika mempelajari sekilas tentang Penguin, mereka ini seperti manusia ya. Punya pasangan, lalu memiliki anak, dan kedua orang tua bersama membesarkan sang anak sampai cukup besar sehingga bisa ditinggal atau dilepas pergi untuk hidup mandiri.

Namun, mereka tidak semudah manusia. 

Manusia dibekali akal, anggota tubuh yang sangat capable melakukan banyak hal. 

Penguin? Mereka gak bisa terbang walau punya sayap, bahkan kaki mereka pun pendek macam bebek sehingga kalau jalan pun sangat lambat. 

Di pulau Zavodovski ini, perjuangan Penguin bahkan jauh lebih berat, sampai berdarah-darah, dalam artian sebenarnya.


Tepian pulau yang berbatu, tajam-tajam, membuat Penguin bisa saja mati atau terluka parah. Tapi bisa apa mereka, tidak seperti manusia yang diberi kemampuan mengobati.

Namun perjuangan kedua orang tua anak Penguin ini sudah menjadi kehidupan sehari-hari.

Saat sang ayah pergi, ibu menjaga anaknya agar tidak dimangsa burung predator. Tidak bisa itu mereka titip anak seperti manusia. 


Dan saat si ayah berhasil kembali, jika beruntung, karena sebagian lainnya mungkin sudah mati karena terluka parah, si ibu yang giliran mencari makan. 

Mereka harus berenang di ombak besar, sampai puluhan miles, dan berjalan jauh untuk menemui keluarganya setelah berhasil kembali. Mereka harus loncat-loncatan dari tebing, dan saat kembali pun harus berjuang keras agar bisa ke atas lagi.


Setelah melihat perjuangan Penguin untuk bertahan hidup, masih pantaskah kita mengeluh tentang kehidupan yang terasa sangat berat ini?

Manusia dibekali banyak sekali kemampuan. Kalau sekedar untuk bertahan hidup, harusnya kita tidak sedikit pun, tidak sekali pun, mengeluh untuk mencari rizki di dunia ini.

Hidup memang berat, tapi begitulah adanya... Kita tidak akan menghasilkan apa-apa dengan mengeluh.

Hadapi dan nikmati perjuangan hidup ini, perjuangan kita tidak seberat Penguin yang bahkan mereka tidak mengeluh apa-apa, dan tetap bahagia ketika berhasil kembali pada keluarganya setelah berjuang mencari nafkah. 

Credit: Planet Earth Serial TV/ BBC Natural History Unit

0 Response to "Life's Hard - Belajar dari Perjuangan Penguin yang Berdarah-darah"

Post a Comment