Jangan Tunggu Lagi

"Most people's problem is, they think they have time!"

Satu nasehat yang ngena banget buat saya yang suka menunda banyak hal.

Kita tidak punya waktu sebanyak itu.

Kalau kita menunda-nunda terus, gak terasa, tiba-tiba kita sudah berumur puluhan kepala 5, gimana coba, kita cuma punya sisa waktu yang sangat sedikit, mungkin banyak hal yang sudah terlambat untuk dimulai.

......................

Beberapa hari lalu, belum lama, saya terpikirkan satu hal, "bagaimana jika ternyata saya mati diumur 30 tahun?"

Banyak banget kan orang yang mati di umur 30an. Jangankan segitu, yang mati di umur 20an pun banyak, beberapa teman saya juga sudah meninggal dunia.

Saya yang saat ini sudah 25 tahun, berarti cuma punya 5 tahun lagi untuk melakukan hal-hal yang ingin dan harus kulakukan di dunia ini.

Apakah cukup 5 tahun tsb?

Tidak ada yang tau, kecuali Allah, karena itu yang bisa saya lakukan hanyalah memulai.

Jika ternyata saya akan mati di umur 30 tahun, setidaknya saya sudah punya persiapan selama 5 tahun.

Angka 30 tahun sendiri bukan tiba-tiba ngasal saya buat.

Beberapa tahun lalu, kira-kira saat paman saya baru saja meninggal karena sakit liver dan paru-paru di umur 40an, saya tiba2 punya firasat, pikiran, perasaan, tebakan, entahlah...

Saya seakan yakin, atau mungkin pengen, saya matinya gak melewati masa-masa sakit sampai kronis, seperti paman saya tsb.

Saya ingin mati karena tua, jangan sakit dulu.

Tapi itu susah.

Mati muda itu biasanya karena dua hal; penyakit atau kecelakaan. Na'udzubillah yah mati karena kecelakaan. Tapi sebab sakit pun sepertinya gak enak banget. Tapi lebih baik mati karena sakit sih daripada kecelakaan langsung mati.

Lalu tiba-tiba terbayang, tersirat, pikiran bahwa saya akan mati di umur 30an tahun.

Pikiran itu sudah lama.

Dan pikiran bahwa umur saya sepertinya tidak akan selama itu di dunia ini, sering muncul.

Saya sering banget ngecek anggota badan yang katanya akan berubah sebelum terjadinya kematian, alias tanda-tanda seseorang akan meninggal.

Kadang firasat itu bisa jadi benar, bisa juga salah.

Itu yang membuat kita bisa selalu berjaga-jaga dan mempersiapkan, barangkali kita matinya gak lama lagi.

Mungkin umur 30 tahun, mungkin tahun depan, atau mungkin nanti sore. Serem yah.

Emang serem, kematian itu.

Apalagi kalau kita belum meninggalkan apa-apa sebagai jariyah pahala kita. Belum bawa bekal pahala yang banyak ke alam kubur.

Serem..

Karena itulah, saya saat ini menjadi yakin, dan meyakinkan diri sendiri, bahwa umur saya hanya sampai umur 30 tahun.

Dalam 5 tahun ke depan, saya harus meraih impian, dan meninggalkan sebanyak mungkin manfaat untuk manusia. Bismillah..

0 Response to "Jangan Tunggu Lagi"

Post a Comment