Kumaafkan Dirimu!!!

Beberapa minggu lalu, saya "berjanji" untuk tidak akan menulis tulisan personal di sini. Posting ini adalah pengecualian.

Ya kan blog sendiri, terserah gue ya kan mau dibikin gimana-gimananya :D

Hampir satu minggu yang lalu, saya menulis pendapat saya tentang PERSEPSI, dan di situ saya bilang;

Memaafkan itu mudah banget!


Ya, maksud saya di situ adalah memaafkan orang lain. Namun memaafkan itu ada yang sulit, sulit banget bahkan, yakni memaafkan diri sendiri.

Hari ini, alhamdulillah, saya berhasil menemukan alasan untuk memaafkan diriku sendiri. Jadi...

Saya maafkan dirimu, wahai diriku!

Saya post public di sini, karena saya ingin berbagai, bagaimana caranya memaafkan diri sendiri.

Sering kali saya menjumpai motivasi-motivasi dan quotes tentang bagaimana kita seharusnya melupakan masa lalu dan fokus ke masa yang akan datang, tidak lupa dengan memaafkan diri sendiri terlebih dahulu.

Tapi ternyata itu gak mempan untuk saya agar bisa memaafkan diri sendiri.

Saya menganggap diri saya ini sebuah kegagalan. Padahal...

Ternyata saya gak buruk-buruk amat.

Saya tidak selama itu dalam kondisi yang sakit jiwanya.

Saya bukannya tidak menghasilkan apa-apa, bahkan sebenarnya banyak sekali yang saya perbuat dalam waktu-waktu yang saya anggap saya buang dengan berbagai kegagalan.

Hanya karena saya gagal menggapai target dan goal saya, bukan berarti tidak ada sama sekali yang dihasilkan.

Saya lupa itu.

Akhirnya saya terus menyalahkan diri sendiri, terus dan terus, sehingga saya menganggap diri saya ini sebagai pecundang sejati.

Berbicara negatif terhadap diri sendiri itu, jauh, JAAAAUUUUH lebih berbahaya dibanding omongan negatif orang lain ke kita.

Memang lucu, saya yang sangat sering berbagi motivasi yang sudah menginspirasi diri saya sendiri, ternyata melupakan hal krusial tentang bagaimana kita seharusnya selalu berpikir positif tentang diri kita.

Update: Ternyata saya pernah nulis tentang berpikir positif tentang diri sendiri, namun mungkin benang merahnya belum dapet untuk masalah saya yang paling serius.

Self-talk negatif membuat kita tidak bisa memiliki kekuatan dan kepercayadirian untuk melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan.

Lalu bagaimana cara memaafkan diri sendiri?


MAAFKANLAH!

Ya, kadang memaafkan itu gak butuh alasan.

Memaafkan adalah suatu kebaikan, lakukan kapanpun tanpa terkecuali. Tidak ada hal yang tidak bisa dimaafkan, kecuali "itu".

Namun jika ternyata kalian masih belum bisa memaafkan diri kalian sendiri, maka carilah alasannya.

Coba ingat-ingat lagi, seperti apa jalan hidup kalian. Apa saja yang gagal, apa saja hal yang diraih, tak peduli sekecil apapun itu.

Kadang, teman bisa dijadikan tempat bertukar pikiran.

Karena saya gak punya teman, kasian... Saya cukup menulis di buku catatan pribadi, itu teman saya sejak SD. Wah, baru ingat, ternyata dari SD saya lebih suka cerita ke buku daripada ke orang :D

Pantesan...

Oke...


Saya awalnya tidak ada rencana untuk memaafkan diri sendiri.. haha. Saya ingin menulis tentang keinginan saya untuk membuat Ibu saya bahagia, benar-benar menikmati hidup tanpa banyak merasakan pusing yang menurut saya gak diperlukan.

Saat menulis background cerita, muqoddimah, eh, ternyata panjang banget.

Sampai 7 halaman, itu baru latar belakangnya, hahaha.

Tapi alhamdulillah, Allah menunjukkan arah jalan hidup saya itu melalui kata-kataku sendiri yang tertulis dari sebuah pulpen bermerk Snowman.

Kebetulankah, saya baru ingat saya pernah jadi Snowman waktu ada drama di kampus. hahaha. Thanks Irene udah minjemin kostumnya walaupun saya kepaksa banget buat make itu.. Tapi no regret though. :D

Saya menelusuri kembali jalan hidup saya selama 12 tahun terakhir kira-kira. Ya, I am not that bad.

Saya hanya jatuh di tahun 2013, dan itu sulit sekali diobati, namun bukannya tanpa kemajuan. I am better now, maybe, stronger too.

Yang ada di kepala saya, adalah penyesalan, saya merasa sudah membuang waktu saya di bumi ini selama 25 tahun.

Oh come on...

Why am I so stupid like that?

Gue masuk sekolah SD aja umur 6 tahun.. Please deh bro!

Ckck...

Gue lulus SD aja umur 12 tahun... Arghh...

Dari mana saya bisa dapet pikiran bahwa saya sudah membuang waktu dengan percuma di dunia ini selama 25 tahun, sontoloyo sekali saya ini.

It was all wrong.....

Anggapan saya kepada diri sendiri sebagai pecundang sejati, a looser, membuat saya berpikir yang berlebihan tentang keburukan diri saya.

Padahal gak jelek-jelek amat.

How many times I got some trophies because I won some competitions?!

In fact, I was one of the best in some classes. Became first is actually not important, but clearly, I am not that bad.

Kita gak hidup di jaman yang lalu. Ya, itu betul.

Tapi maksud saya adalah, sebagian waktu yang saya habiskan di dunia ini, tidaklah buruk-buruk amat. malah lumayan banget sebagian.

Itu...

Itu adalah alasan saya memaafkan diri saya.

I am not that bad!!!

Dan misal saya membuang, benar-benar membuang waktu selama 4 tahun terakhir, itu pun masih belum betul.

Andai 1 tahun diantaranya, saya melakukan kebaikan, produktif membuat sesuatu, dan mensyukuri kehidupan dan nikmat dari Allah, itu kan sudah sangat baik, ya kan?!

Misalnya saya benar-benar membuang waktu selama 3 tahun dalam masa kegelapan, maka anggap saja lah itu merupakan masa ujian saya untuk naik kelas.

Anggaplah itu sebagai masa terburuk saya yang pernah saya alami. Yang akan datang mah gak perlu kita bahas, belum dateng jeh.


Saat aku tidak bisa mencapai satu keinginan, bahkan dua keinginan, bukan berarti aku tidak menghasilkan apapun selama ini.

Meskipun aku hancur dalam satu hal, bukan berarti aku tidak melakukan hal lain yang mengembangkan diriku sendiri serta bermanfaat walaupun sedikit untuk orang lain.


Itulah alasanku memaafkan...


Untuk saat ini, saya gak peduli apakah itu salah atau tidak, yang pasti, saya mempercayai itu.

Anda bagaimana?!

Tak akan bahagia jika kita tak bisa memaafkan, dan yang pertama, maafkanlah diri kita sendiri. (Muha, 2017)

0 Response to "Kumaafkan Dirimu!!!"

Post a Comment