Gerhana Bulan.. Shalat Khusuf dengan Temaram Bulan Merah

Syahdu kami masyarakat desa berbondong-bondong ke masjid untuk melaksanakan Sunnah Shalat Khusuf di waktu Gerhana Bulan.

Ini terjadi sekitar 11 tahun yang lalu..

Saya waktu itu masih di pesantren, kami para santri yang biasa berjama'ah di Musholla pesantren, malam itu harus keluar dari lingkup pondok menuju masjid desa.

Saya tak ingat jam berapa, yang saya ingat hanya; malam itu begitu syahdu, sepi, mungkin sekitar jam 10-11 malam..

Dan saat saya berangkat dari pondok ke masjid yang jaraknya hanya beberapa puluh meter saja, saya menyaksikan bulan yang indah itu begitu merah, seakan marah pada manusia yang berbuat dzolim.

Bulan itu tampak besar sekali, terasa sangat dekat dengan kita, posisinya di arah Timur..

Dan saat shalat khusuf di masjid bersama puluhan atau mungkin ratusan masyarakat lokal desa, lampu masjid dimatikan. Sehingga rasa khusu' begitu mudah didapat malam itu..

Tapi ini 11 tahun yang lalu..

Hari ini, 31 Desember 2018, kita ummat manusia bumi ini kembali disajikan fenomena yang menunjukkan kekuasaan Allah Subhanahuwata'ala.

Gerhana kali ini begitu berbeda,

Selain karena konon terjadi setiap 150 tahun sekali, juga fakta bahwa seharian ini turun hujan.. Langit tampak gelap, tak terlihat di mana bulan merah yang indah itu...

Saya belum melihatnya...

Mungkin bagian lain dari bumi ini bisa menyaksikan saat ini...

Shalat khusuf atau Shalat gerhana kali ini juga biasa saja... Kami berkumpul di masjid saat Shalat 'Isya, lalu diteruskan Shalat gerhana.

Ya, sebagai ummat Muslim, memang sudah seharusnya kita selalu menjalankan sunnah shalat khusuf ini. Manfaatnya sangat banyak, dan ini terjadi tidak setiap tahun kan..

Yang saya ingat, tahun lalu kita menyaksikan gerhana matahari, waktu itu saya di desa kelahiran, begitu syahdu pagi-pagi menuju masjid dan shalat khusuf al-syamsi.

Semoga fenomena2 alam seperti ini bisa semakin meningkatkan keimanan kita pada Yang Maha Kuasa.. aamiin.


0 Response to "Gerhana Bulan.. Shalat Khusuf dengan Temaram Bulan Merah"

Post a Comment