Sumber Sampah Plastik Terbesar

Mungkin saya adalah salah satu penyumbang dermawan sampah plastik di negeri ini.

Karena itulah saya pingin tobat.. mengurangi penggunaan bahan plastik ini dalam kehidupan..

Sayangnya, masih banyak kendala. Karena seperti kita tau ya, kemasan berbagai hal terbuat dari bahan plastik.

Alternatif paling mungkin adalah menggunakan bahan kaca dan kertas. Bahan kaca lebih mudah didaur ulang atau dimanfaatkan untuk hal lain. Sedangkan kertas, selain bisa didaur ulang, jelas karena bisa hancur dengan sangat mudah dibanding plastik yang katanya butuh ratusan tahun.

Bagaimana kalau dibakar?

Ya, ini pemusnahan sampah paling mudah, bukan hanya di negeri ini, tapi juga negara lain.

Sayangnya, membakar sampah di lingkup tempat tinggal juga sungguh tidak mengenakkan tetangga.

Asapnya juga beracun. Bahkan tanpa ngomongin racun, saat kena mata juga perih, kadang baunya gak enak, dan jelas, ini mencemari lingkungan.

Karena itu juga, solusi pemusanahan sampah dengan dibakar ini harus di tempat yang didesain sedemikian rupa, aman bagi lingkungan, dan jauh dari pemukiman warga.

Ditimbun?

Di Amerika sana, pemukiman itu terkumpul di satu tempat, gak mudah untuk membangun rumah di daerah terpencil. Ditambah geografis daerahnya juga sangat beragam, bahkan ada gurun yang tentunya sangat tidak nyaman untuk area tempat tinggal, di situlah manfaatnya bisa untuk menimbun sampah yang beratnya mencapai ton-ton-an itu..

Di Indonesia, hmm...

Fasilitasnya terlalu terbatas, apalagi saat ini, departemen persampahan di negeri kita ini, kayaknya biasa aja, sangat ngirit, ya lihat saja, mobil sampahnya pun truk biasa begitu, setiap lewat kita harus menutup hidung dan berjalan secepat mungkin menjauh.

Boro2 biaya untuk transportasi sampah dari Jabodetabek misalnya, ke gurun savana...

Eh, Indonesia punya gurun gak sih?

Sayangnya gak punya ya... Itulah bingungnya, mau ditimbun dimaneeee?

Semua wilayah di Indonesia terlalu indah kalau untuk dijadikan tempat penimbunan sampah..

Ya kalau di Arab Saudi sono, atau Afrika mah gampang..

Dari situlah, saya pikir, langkah untuk mengatasi masalah persampahan, terutama plastik di negeri ini, adalah dengan memulai dari diri sendiri.

Jangan salah, imut2 begini juga penyumbang sampah gede nih. Sok sebutin aja satu-satu yang dipakai baby!

Kurangi penggunaan bahan plastik!

Loh, kenapa plastik doang?

Enggak sih, yang lain juga, cuma yang lain itu relatif lebih mudah hancur, tidak terlalu mencemari lingkungan, dan banyak alternatif penanggulangan lainnya.

Sampah besi, kaca, dsb, relatif mudah didaur ulang..

Sampah plastik yang lebih berkualitas seperti botol2an pun tentunya akan difilter oleh para pemulung dan pengusaha sampah, yang jelas tujuannya adalah daur ulang. Gak mungkin banget dipulung kalau gak ada duitnya, atau minimal manfaatnya.

Tapi, plastik2 lain yang tidak dijadikan bahan untuk daur ulang, itu terlalu banyak jumlahnya. Coba, ada gak pemulung yang ngambilin kantong plastik? Sayangnya saya kok belum pernah liat ya..

Sementok2nya saya lihat itu cuma kemasan gelas plastik untuk air mineral kemasan dalam gelas, atau biasa kita sebut Aqua Gelas.

Mau segimana alasan plastik itu ada yang daur ulang, ada yang mulung, saya tetap akan mengurangi penggunaan plastik, apalagi itu tadi, sampah plastik yang susah didaur ulang.

Sejenak mari kita lihat sebuah graph yang entah siapa yang buat, sumber sampah plastik terbesar.. Ini versi global, sepertinya dilakukan research-nya di Amerika sonoh... Tapi saya lihat sih, masih cukup relevan sama negara kita, Indonesia Raya Tercinta Banget. mirip2 lah..


Sungguh tak kuduga, mungkin karena saya jarang jajan, sumber terbesar sampah plastik adalah bungkus atau kemasan plastik jajanan Chips, atau kalau di Tanah Air sering kita sebut, jajanan Ciki-cikian...

Ituloh, yang masih muda tapi kaya tante2, Chikita Willy kalo gak salah namanya.

Ciki ini, atau Chips, seperti kita tau ya, itu dengan tak merasa berdosanya, membungkus isi jajanan yang secuil itu, dengan bungkus berbahan plastik yang sebegitu jumbonya. Kan ngeselin.

Yaa mungkin itu ada gunanya sih udara yang lebih banyak dari isi kemasannya.. Biar tetap renyah atau terjaga kondisinya, I dunno. Baca-baca sih, itu udara adalah nitrogen, berguna biar kondisi ciki tetap baik, gak cepet melempem juga. Cuma pertanyaan saya, emang harus sebegitu banyaknya ya udara untuk mengawetkan jajanan yang cuma saemprit itu?!

Beralih ke sumber sampah plastik terbesar kedua, adalah botol2an.. Ya, gak aneh, setelah sumber pertama adalah dari jajanan makanan, sumber kedua adalah dari jajanan minuman.

Jujur saja, kalau yang ini saya lumayan sering menyumbang ya...

Ya, saya pun merasa bersalah, apalagi saya mesti minum air mineral dari botol yang 1.5 liter itu.. Tapi pembelaan saya sih, botol2 beginian lebih mudah didaur-ulang, pasti laku di penadah barang curian sampah.

Yang dikhawatirkan adalah, sampah botol plastik yang tidak sempat dipulung, misalnya sampah di daerah sepi, apalagi pegunungan, aduh please deh, bawa pulang sampahnyaaaaa!!!!

Buat yang tinggal di laut, pun, please pak, please mas, jangan dibuang ke laut..

Saya dengan mata sendiri, menyaksikan sampah yang sangat banyak itu, dibuang dengan entengnya ke laut saat di kapal Fery.. Oh, batin saya menjerit...

Mungkin mereka mikirnya gini kali ya; "Ah, ntar juga pasti terdampar di daratan, ngapain gue cape2 bawa sampah ke darat dulu, suruh ngedampar aja sendiri," gitu kali.

Sumber ketiga, sampah terbesar, adalah Botol2an lagi, tapi kali ini berjenis PET, atau kepanjangannya adalah Polyethylene Terephthalate. Ini botol yang bisa direcycle atau daur ulang..

Yang kedua tadi, mungkin botol yang gak bisa didaur ulang, tapi saya meragukan itu.. Jaman sekarang semua macam-macam botol kayaknya laku ya di tukang pemulung, artinya bisa didaur ulang ya kan ya...

Sumber smpah plasti terbesar berikutnya adalah ini, yang sempat menjadi kontroversi di Indonesia gara-gara suruh bayar dan ditawarin dulu mau pake apa engga ama kasirnya.... Kantong Plastik!

Solusi seperti itu gak menyelesaikan masalah, tapi gak ada salahnya dicoba, buktinya apa, gagal kan. Toh dari dulu juga setau saya emang udah bayar kok kalo kantong plastik, ya walaupun cuma beberapa rupiah, bahkan ada yang cuma 1 rupiah, ini jaman kapan coba masih ada saperak.

Solusi yang mungkin bias akan berhasil mengurangi kantong plastik adalah ini; sama sekali hilangkan, hahaha...

Jadi ya, bodo amat kalu gak bawa tas, atau gak pake kardus, tenteng aja tu semua belanjaan bawa pulang. Ini saya yakin sih berhasil... Paling ya... berkurang sedikit konsumen di tempat tsb, kecuali, kalau semua minimart/supermart kompak menghilangkan yang namanya plastic bag sekali pakai.

Nah, solusi untuk yang benar-benar membutuhkan tas belanjaan, jual aja di situ, tas yang lebih berkelas, berbahan kain atau plastik gpp, harga terjangkau aja, wajib beli kalau gak mau nenteng belanjaan tanpa privacy. Tapi mesti yang bagus ya tasnya, jangan yang orang gak mau pakai lagi kalo gak kepaksa.

Oke, segitu dulu...

Sepertinya bersambung....

Saya tiba2 kurang enak perutnya..

Gejala flu mulai datang jg, mungkin tadi pagi tertulas virus.. Mudah2an engga jadi flu.

Saya lapar juga..

Mau makan dulu...

Sampai jumpaaaa..

0 Response to "Sumber Sampah Plastik Terbesar"

Post a Comment