SELF-DISCIPLINE is a key to happiness

Sepertinya pakai bahasa Indonesia saja, ntar malah pembaca pada bingung kalau saya pakai the Broken English language :D

Pada judul, saya menggunakan penghubung "A" bukan "The" karena menurut saya, kalau pakai "The" kesannya seperti bermakna hanya satu-satunya. 

Kalau pakai "A" maka saya maksudkan untuk memberi makna bahwa di sana masih banyak cara lain untuk bisa bahagia, tapi yang ini, pun adalah kunci bahagia, salah satu dari beberapa kunci pintunya.

Disiplin adalah kunci kebahagiaan dalam hidup!


Jujur saja, inspirasi ini baru saya dapatkan belum lama ini, ya kira-kira satu jam saja ku telah bisa cintai kamu kamu kamu kamu kamu....

Membaca sebuah kalimat yang bermakna bahwa self-discipline adalah salah satu cara untuk bahagia, saya langsung mendapat ilham banyak sekali di kepala...

Saya seakan, IYA YA....

Semudah itu prinsipnya..

Lakukan apa yang sudah kau rencanakan, lakukan rutin ritual2 setiap hari, maka rasa kepuasan akan muncul, dan itu pada akhirnya membangun perasaan bahagia.

Kok bisa bahagia? Itu karena apa yang dia inginkan tercapai semua.

Tidak masalah jika dia seorang pengemis, seorang anak jalanan, seorang copet, seorang pelacur, seorang guru, ustadz, artis, dsb... (ini kontroversial sekali kalimatnya)...

Selama dia melakukan apa yang dia ingin lakukan, dia mencapai pencapaian2 kecil dalam keseharian, dia bisa mendapat kepuasan dalam hidup, mungkin dia bisa bahagia..

Of course terkecuali orang-orang yang melakukan apa yang dia lakukan hanya karena terpaksa, tentu saja dia akan tersiksa saat melakukan, boro2 bahagia..

Terkecuali juga yang hatinya tak merasa damai dengan apa yang dilakukan, contoh yang tadi; pengemis, pencopet, pelacur, mungkin dalam lubuk hatinya tak menerima apa yang dia lakukan, ini pun boro2 bahagia.

Saya pernah membuat sebuah daftar berisi hal-hal apa saja yang saya suka dan saya pikir bisa membuat saya happy. Ternyata di dalamnya ada point ini; Achieve! 

Ya, pencapaian adalah sesuatu yang memberikan kepuasan, namun tentu saja tak harus achievement yang besar. Cukup pencapaian2 kecil setiap harinya pun bisa memberikan perasaan positif dalam diri, misalnya; rencana bangun pagi lalu sholat subh berjamaan, lalu membaca Al-Qur'an, lari pagi, berkebun, dan memasak masakan untuk keluarga. Jika rencana itu terlaksana semua, maka saya yakin sekali, hatinya akan puas dan bahagia pada hari itu.

Bahagia itu, menurut saya bukan tujuan hidup di akhir.

Apapun yang kita miliki saat ini, apa yang kita raih dalam hidup walaupun tidak berarti apa-apa bagi orang lain, jika kita menganggapnya sebagai anugrah hidup, insyaAllah akan sangat mudah untuk bersyukur dan happy-happy aja dalam hidup.

Sayangnya, kadang Happy ini menjadi rancu maknanya dengan kesenangan sesaat. 

Padahal kesenangan sesaat justru akan merusak kebahagiaan itu sendiri. Kok bisa..

Ya misalnya kita hubungkan ke judul; bukannya mengikuti jadwal harian untuk sholat subh berjamaah, malah lanjut tidur (senang sesaat), lalu bangun bukannya lari pagi malah nonton tv, dst dst... Yang intinya, mengganti hal yang harus dilakukan menjadi hal yang hanya memberikan kesenangan sesaat.

Contoh ini tentunya akan sangat luas jangkauannya... Beda orang akan beda pula levelnya..

Jadi, PR kita ke depan adalah membuat rencana harian, dan komitmen menjalankan dengan sungguh-sungguh. Karena, jika Anda ingin bahagia, melakukan apa yang sudah Anda rencanakan, itu juga adalah caranya..

0 Response to "SELF-DISCIPLINE is a key to happiness"

Post a Comment