Jokowi atau Prabowo for the next President of RI?

20 hari sebelum Pemilu 2014 dulu, saya sempat nulis pendapat saya tentang memilih Presiden. Intinya sih jangan bergantung ke Presiden untuk kemajuan diri kita sendiri.

Waktu Pemilu itu, saya golput. Jujur saja saya juga gak tau mau milih yang mana waktu itu, walau akhirnya sangat yakin untuk mendukung mantan Wali Kota Solo. Mendukung loh ya, tapi gak ikut memilih.

Kenapa kok gak milih?

Mungkin alasan pertamanya malas ngurus ke TPU terdekat, kebetulan saya gak sedang di kampung halaman waktu itu.

Alasan kedua, karena memang saya masih galau. Sebentar yakin, galau lagi, begitu terus berulang. :D

Saya waktu itu hanya khawatir, jika Jokowi terpilih menjadi presiden periode 2014-2019, maka wakil Gubernur akan menggantikan posisi beliau.

Mau bagaimanapun saya suka kebijakan Ahok, tetap saja, terlalu banyak "masalah" jika Ahok jadi Gubernur, tentu, yes, karena keyakinan Ahok. Terbukti kan?!

Walau akhirnya saya menerima ketika Ahok jadi Gubernur melanjutkan Jokowi (mau gimana lagi), namun reaksi orang-orang dari ormas sangat ramai. Sampai akhirnya pada kisruh kampanye, terjadi agenda-agenda oleh FPI dan pendukung-pendukungnya. FYI, saya gak ikut demo sama sekali untuk mendukung/menuntut/bela ulama, dsb itu, saya keburu memaafkan omongan keplesetnya Ahok. Cuma soal persepsi saja.

Nah, sekarang Gubernur Jakarta adalah pak Anies, saya suka juga ama beliau, dulunya, dulu banget.

Jadi keraguan saya untuk memilih Jokowi di Pemilu 2019 menjadi hilang satu, dan ini yang paling sangat mempengaruhi saya waktu 2014 dulu. Cuma karena Ahok akan jadi Gubernur, saya ragu memilih Jokowi.

............

Soal tulisan saya yang 4 tahun lalu itu, saya katakan bahwa menurut saya prioritas negara adalah infrastruktur. Padahal saya gak tau agenda Jokowi itu apa saja, saya juga gak tau janji-janji Jokowi waktu kampanye. Cuma taunya Tol Laut, udah itu tok, yang ternyata salah sangka juga :D tapi gak kecewa tuh biasa aja.

Bagi saya, janji saat kampanye itu gak penting. Yang penting adalah apa yang dilakukan Presiden setelah terpilih.

Ternyata keinginan saya terkabul, walau tentu belum sempurna karena Amerika Serikat saja dibangun berapa ratus tahun ya kan?!

Jokowi memenuhi keinginan saya meski saya gak tau sama sekali apa janji dan prioritas agenda Jokowi waktu itu.

...............

Lalu, apakah gak ada kekurangan dari Jokowi?

WOW!!!

Jokowi bukan Nabi, tentu saja buanyak sekali kekurangan beliau, amat sangat banyak banget.

Namun, begitu juga dengan Prabowo, SBY, Megawati, BJ. Habibie, Soeharto, Soekarno, bahkan Gus Dur sekalipun meski beliau Al-Marhum adalah kyai saya.

Saya yang sangat kritis pada detail kecil karena bawaan introvert mungkin, amat sangat mudah menemukan kekurangan pada Jokowi meski tak ada satu pun media yang membicarakannya.

Ya begitu juga dengan Prabowo, dan pejabat lainnya.

Podo wae lah... semua punya kekurangan..

Sekarang, tinggal memilih, kekurangan siapa yang paling bisa dimaklumi?

Ini!!!

........................

Soal hutang negara di bawah kepemimpinan Jokowi, soal harga sembako mahal, harga BBM naik, oh itu semua gak mempengaruhi keputusan saya, karena semuanya normal-normal saja, seperti puluhan tahun sebelum Jokowi. Semua kembali pada hukum PASAR, dari zaman Khalifah juga gitu kan?!

Mungkin pendukung Prabowo menganggap saya bodoh?

Oh iya jelas itu!!!

Saya memang bodoh. Tapi data-data resmi yang mudah didapatkan itu juga gak susah kok untuk dipahami, saya rasa semua yang lulus SMA pasti bisa memahami tabel data dan grafik.

Soal Jokowi yang katanya gak menghasilkan apa-apa, oh ini BOHONG sekali.

Coba tanyakan pada hati terdalam Anda!!

Saya tak perlu bahas, karena jelas pencapaian Jokowi itu buanyak!

Tanpa mengesampingkan menteri-menteri dan seluruh staff serta gak tau berapa ratus ribu pekerja yang sudah mewujudkan itu semua!

........................

Soal isu-isu yang dilontarkan lawan politik Jokowi, saya lihat itu hanya untuk menjatuhkan, bukan bicara fakta yang sebenarnya. Jadi malas juga lah saya bahas!

.......................

Sekarang, soal memilih!

Apa saya akan memilih Jokowi, atau Prabowo?

Photo by Tribun

Maka akan saya kembalikan ke bahasan 4 tahun lebih yang lalu, bahwa... siapapun presidennya, kalau harapan kita hanya soal ekonomi masyarakat yang lebih baik, maka pesan saya untuk diri sendiri; gak perlu bergantung ke negara dan pemerintah, apalagi Presiden.

Jadi, kalau Jokowi jadi, ya Alhamdulillah, kalau Prabowo yang jadi, ya memang itu takdirnya!

Gampang toh :D

Semua adalah yang terbaik untuk kita, begitu yang saya percaya. Tidak selalu sesuai keinginan, namun itulah yang terbaik! Ambil hikmahnya!

Maka, seperti sebelum-sebelumnya, saya akan selalu PRO pemerintah, karena kalau gak kita dukung, siapapun presidennya pasti akan gagal bikin negara maju!

Namun tentu saja, untuk memilih Jokowi atau Prabowo, banyak faktor yang mempengaruhi juga.

Ada satu quote yang bagus sekali; Pemilu itu bukan untuk memilih yang terbaik, tapi menghindarkan yang jahat terpilih.

Mungkin Capres dan Cawapres-nya gak jahat(-jahat amat), tapi kalau pendukung-pendukungnya banyak yang begitu, gimana?!

Saya gak rela kalau orang-orang "jahat" itu menang pemilu.

Kalaupun akhirnya terjadi, ya harus saya rela2in juga sih pada akhirnya. Semuanya insyaAllah adalah yang terbaik. Sebegitu mudahnya untuk ikhlas, kenapa susah-susah sih? iya apa enggaaaa?!!!

0 Response to "Jokowi atau Prabowo for the next President of RI?"

Post a Comment