Jadi saya mesti gimana?

Beberapa hari terakhir pikiran saya terasa lebih berat dari biasanya.

Menemukan satu fakta yang kalau baca-baca di internet, mereka menganggap orang seperti saya ini seperti monster.

Kejam sekali ya.. 

Artikel2 di internet pun lebih banyak tentang bagaimana menghadapi orang seperti saya, padahal rata-rata dari mereka adalah bergelar Ph.D.

Buku-buku yang tersebar, hanya satu author saja yang membantu orang2 seperti saya untuk berubah jadi lebih baik.

Ada lagi dua website psikologi ISLAM yang juga masih ngebelain orang seperti saya.

Karena.. Mari bicara terbuka..

Manusia di dunia ini gak lantas dibagi jadi dua, Evil people VS Good people.

Manusia baik juga punya banyak kesalahan.

Manusia jahat juga masih punya kebaikan.

Kita sering menilai seseorang tanpa tau background story-nya seperti apa.

Tentu saja orang bebas saling salah-menyalahkan..

Tapi saya hanya minta; jika kau punya niat menyalahkan orang lain, coba lihat diri sendiri dulu, apakah sudah bersih dari dosa?

Saya memang evil.. saya akui itu.

Tapi sifat ini gak dengan sengaja saya comot dari lemari. 

Sifat ini adalah hasil percampuran dari sedikit hasil keturunan, ditambah pengalaman2 yang tidak mengenakkan.

Anda tak akan pernah tau bagaimana perasaan saya yang selalu tertuntut untuk satu hal yang saya sendiri tak menginginkannya.

Bagaimana sedih dan rapuhnya saya ketika dibully oleh puluhan teman, guru, bahkan ustadz.

Bagaimana kemarahan saya mendengar seseorang yang sangat saya hormati dan saya jadikan panutan, lalu lantas sama seperti teman saya, mengejek tanpa merasa bersalah.

Dan ternyata pengalaman itu adalah trigger untuk membangun sebuah sifat kompleks yang kata mereka; evil. 

Jika saya boleh memilih, saya akan cari jalan lain yang lebih saya suka dan mungkin sesuai norma.

Tapi bukan begitu cara hidup ini. Kita tak bisa benar-benar memilih jalan, hanya bisa mengontrol yang kita lakukan sebagai respon pada apa yang terjadi.

Dan ternyata saya memilih respon yang tidak saya ketahui akan menuntut ke satu titik ini. 

Jika mungkin, salahkan saja semua buku-buku dan artikel motivasi itu..

Toh saya membela diri agar tidak jatuh juga menggunakan teori mereka..

Yes.. ini hanyalah sebuah mekanisme bertahan diri dari kelemahan.. Jika tak melakukan ini, mungkin saya sudah tak ada di dunia ini.

Hanya ini yang mampu saya lakukan..

Setelah cari inspirasi cara untuk menjalani hidup sebagai seseorang yang dianggap punya sifat "evil" ini, saya akhirnya sadar..

Sifat-sifat manusia tak akan ada jika tak ada yang menciptakan.. 

Lagipula, mungkin orang-orang seperti saya harus menjalani hidup ini dengan beban yang berbeda. Jika bertahan, mungkin akan meraih satu tujuan yang diimpikan. Toh Steve Jobs, Mark Zuckerberg, bahkan Elon Musk.. katanya juga punya sifat "evil". Saya tak berani bermimpi untuk punya capaian seperti mereka, 1%-nya saja sepertinya cukup :D

Saya harus cari kuncinya untuk menundukkan sifat evil ini, lalu digunakan untuk kemanfaatan. aamiin.

0 Response to "Jadi saya mesti gimana?"

Post a Comment