Belajar Mencintai, lagi....

Broken heart, mungkin itu yang cocok menggambarkan hatiku saat ini.

Tak lagi bisa mencinta...

Entah itu manusia, ataupun hobi-hobiku yang dulu.

Semuanya jadi biasa saja.. Tak ada lagi yang menggairahkan.. Ah, tentu ada satu hal yang tetap memberikan gairah, tapi sepaket dengan dosa yang mesti dipikul, meski aku yakin tak akan lama karena Allah Maha Pengampun.

Aku sampai lupa daftar dan deretan blog-blog dan web yang seharusnya kurawat..

Aku mengabaikan untuk waktu yang terlalu lama..

Padahal aku punya impian.. Tapi, this broken heart tells me that everything is not important anymore..

Dalam lubuk terdalam aku sadar, itu salah.

Aku masih punya masa depan, at least kalau kita mikir sebagai "pebisnis" dan "pengharap" karunia Allah.

Bisa jadi, aku mati sore hari nanti.. Atau siang nanti selepas Shalat Jum'ah?

Setidaknya aku punya tanggungjawab, banyak sekali tanggungjawab yang pernah aku abaikan.

Bukan karena aku tak peduli. Faktanya, aku begitu peduli sampai2 aku membuat syarat yang jauh melebihi standar yang seharusnya.

Aku terlalu menuntut diriku sendiri..

Hingga akhirnya aku tak bisa membukakan pintu maaf bagi diriku, mengingat kesalahan-kesalahan dan trauma masa lalu.

Ahh...

Bodohnya diriku..

Apalah guna semua itu. Tak membuat hidupku jadi lebih baik, atau minimal lebih nyaman.

Meski harus kuakui, duduk sambil ngopi lalu menikmati tanaman di pagi hari, kesunyian yang diiringi lantunan instrumental kelas dunia.. Itu nikmat luar biasa.. Alhamdulillah....


Ya, aku justru bisa bahagia ketika menikmati hal-hal kecil..

Karena itulah gairahku sempat hilang.. Karena mungkin di hati terdalamku, aku tak membutuhkan itu semua.

Bahkan aku sering meyakini bahwa aku tak butuh siapapun dalam hidup ini. Dalam artian, mengikat untuk lalu saling caring dan loving..

Aku bisa bahagia jika sendiri.. Jika jauh dari orang lain.. Dengan tetap berpegangan pada keimanan-Islamku..

Tapi itu mungkin salah..

Katanya, manusia itu makhluk sosial, makanya harus bersosial..

Meskipun berat luar biasa untuk jenis orang seperti aku, tapi mungkin disitulah permainannya...

Sanggupkah bertahan untuk mengendalikan perasaan bersalahku.. rasa malu dan minder yang selalu hinggap..

Mungkin aku sudah waktunya berhenti memikirkan diriku, hatiku, pikiranku..

Abaikan saja segala rasa yang ada di dalam jiwa.. Fokus ke orang lain, hanya untuk orang lain?

Lantas... Dengan jalan apa aku bisa menikmati dan mensyukuri karunia Allah dengan alam semestanya ini?

Tentu aku butuh perasaan selfish yang akhirnya bisa menikmati kehidupan ini?

Kalau sudah begini, mungkin aku harus bisa membagi, kapan waktu untuk orang lain, hanya orang lain, kapan untuk sendiri. Toh, saya yakin, pasti pada akhirnya, waktu untuk sendiri akan jauh lebih banyak dibanding untuk orang lain...


Mohon share jika dan hanya jika info ini bermanfaat atau menginspirasi :)
Ikuti yuk "Oase Iman" lewat FB, "Damaikan hati, cerdaskan akal.."

1 Response to "Belajar Mencintai, lagi...."

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete