Ngomongin BANJIR jangan sampai KURANG AJAR

Gak sekali tiga kali saya ngomongin tentang masalah BANJIR, tergolong cukup sering bahkan kalau saya memutuskan jadi aktivis pun sepertinya bakal di bidang ini, dan bidang lain sih.

BANJIR itu bisa dipandang secara scientific, bisa juga secara misteri. 

Ketika di negara yang penuh padang pasir bisa banjir, di situ akan jadi misteri. 

Ketika terjadi di Jakarta, sebenernya gak mengejutkan kalau kita sempatkan melihat sejarahnya sejak puluhan/ratusan tahun lalu.

Terjadi di luar Jawa, membingungkan, tapi secara science bisa dijelaskan.

Yang saya yakini, BANJIR terjadi karena ALAM yang sudah GAK SEIMBANG!

Ketidakseimbangan ini tentu akibat kerusakan yang diperbuat manusia Bumi.

Sumatera yang kehilangan banyak HUTAN, gak aneh kalau akhirnya ikutan banjir.

Bahkan di Kalimantan.

Tapi ada sejarah yang menunjukkan bahwa BANJIR bisa datang tanpa bisa dijelaskan secara scientific.

Karena itulah, ngomongin BANJIR itu mesti sopan.. Jangan sampai keterlaluan dan kurang ajar.

Nyalahin Gubernur itu masih mending lah, tapi kalau sampai NYALAHIN HUJAN dan CUACA, maka kalian berurusan sama yang Maha Mengatur.

Kegeblegan hqq kalau sampai benci ama hujan. Gua mah ogah.

Nyalahin Gubernur aja gue mah gak mau ikut-ikutan... Paling cuma ngegerundel dalam hati, itu pun lebih karena ucapan Gubernur Anies yang menurut saya kurang bijak.

Karena gini loh..

Misal muji Ahok karena banjir gak separah tahun ini, maka kita harus liat Curah Hujan dan membandingkannya.

Misal nyalahin Anies, hilih dari zaman Indonesia baru merdeka aja Jakarta udah banjir yang kalau saya melihat fotonya; itu udah cukup parah!

Dan lagi, mengatasi banjir itu butuh waktu yang amat sangat lama...

Jakarta udah kadung begitu, mana bisa dicarikan solusinya segampang itu..

Emangnya MAU DIBUANG KE MANA AIRNYA kalau memang curah hujan tinggi?

Misal masih bisa ke LAUT pun, maka ada Pekerjaan Rumah serius bagi semua kalangan untuk memperbaiki saluran air di semua area. 

Susahnya Jakarta adalah, posisi yang udah di pinggir laut, daerah RAWA!

Asal tau saja ya, di daerah kampung saya, di Sumatra sana, ada area yang sejak dulu selalu banjir. Dulu kalau banjir sampai jadi macam sungai untuk menyebrangi banjir di jalanan pakai perahu. Sekarang sih mending lah karena ada pengecoran jalan sekitar 15 tahun lalu, jadi tinggi, itupun masih banjir kok, mobil masih bisa lewat tapi.

Apa penyebab banjirnya?

SUNGAI meluap, padahal sungainya GUEDE banget, sungai Kampar namanya...

Dan ketika hutan Sumatra di berantas, maka gak ada yang menyerap air lagi. 

Jangan samakan kemampuan pohon sawit dengan pohon hutan, akarnya beda.

Intinya sih; menghadapi banjir itu harus dengan hati yang SABAR, HUMBLE, dan gak mudah menyalahkan, karena aksi kita sehari-hari, lalu kemalasan kita gotong-royong, itu udah ikut andil pada terjadinya banjir.. 




Mohon share jika dan hanya jika info ini bermanfaat atau menginspirasi :)
Ikuti yuk "Oase Iman" lewat FB, "Damaikan hati, cerdaskan akal.."

0 Response to "Ngomongin BANJIR jangan sampai KURANG AJAR"

Post a Comment