Di rumah, tapi seperti terkurung? Kenapa harus #dirumahaja?

Satu perasaan yang muncul saat sedang rutin #dirumahaja adalah perasaan seperti "menunggu."

Ya, 2 minggu di rumah ini, saya seperti hilang langkah, bingung mau ngapain, padahal diam di rumah adalah kesukaan saya.

Ya, harusnya menghadap laptop, dan sudah, lakukan tugas.

Tapi ini tidak, rasanya sibuk, tapi tidak produktif.

Perasaan yang gamang, bingung, karena harus melakukan ini-itu tapi tak bisa...

Ya begitulah,

Mengurung diri di rumah, ketika "dipaksa" maka ternyata jadi BERAT banget.

Mungkin karena ada beban pikiran yang menuntut perjalanan dengan transportasi umum, atau butuh sesuatu tapi susah mendapatkannya, semisal jamu, vitamin, buah, dll...

Ketika kemarin aku hanya menunggu, mulai hari ini, 1 April 2020, mari biasakan dulu hati kita untuk #dirumahaja tapi emang #pengendirumahaja bukan #terpaksadirumahaja.

Terus, kenapa sih harus PATUH banget untuk di rumah aja?


Udah banyak bahasan diskusinya ya.

Dengan kita DI RUMAH AJA, kita memutus rantai penularan covid-19.

Kok harus diputus?

Biar tenaga medis kita gak kewalahan kalau ada banyak pasien yang terus muncul setiap harinya.

Rumah sakit terbatas, lebih terbatas lagi adalah tenaga medis, juga perlengkapannya... APD.

Terus,

Dengan di rumah aja selama 14 hari, maka, misal kita ternyata udah tertular, tapi gak kenapa-kenapa, itu gak nularin ke orang lain yang masih belum tertular. Dan setelah itu, virusnya insyaAllah mati dalam rentang 7-14 hari.

Tapi INGAT, di rumah aja adalah untuk yang sehat, atau gejala ringan.

Kalau sudah ada gejala menengah apalagi berat, ya JANGAN DI RUMAH AJA. Alias harus periksa ke layanan kesehatan.

Saya kemarin ada banyak gejala, tapi semuanya relatif ringan.

Pakai paracetamol mendingan terus, lalu tersisa sakit kepala, maka hilang dengan positive energy.

Batuk tinggal yang masih betah banget...

Tapi mendingan kok pakai obat apotek standar2 saja, bahkan di toko juga banyak dijual.

So, coba lebih cermat menganalisa dirimu!

Tapi tetap saja, KALAU GAK PENTING-PENTING AMAT, JANGAN KELUAR, DI RUMAH AJA!!!!

Keluar bolehnya buat apa aja? Dapetin makanan dan berobat.

Kerja gimana?

Ya hati-hati, terapkan prosedur pencegahan penularan...

Gak mungkin semuanya bisa #dirumahaja, tapi yang keluar, cobalah rubah kebiasaannya....

Oke, semoga pandemi covid-19 ini cepat berlalu...

Dan kita semua warga Indonesia dan dunia bisa kembali lagi hidup dengan tenang dan lebih bersyukur, serta membiasakan hidup lebih bersih.. aamiiin.

*pakai masker karena mau bikin video, bukan gaya2an doang, ya iya sih, tapi ini property shooting.... wkwk... dan dipakai juga buat ke warung, lagi batuk soalnya...


Mohon share jika dan hanya jika info ini bermanfaat atau menginspirasi :)
Ikuti yuk "Oase Iman" lewat FB, "Damaikan hati, cerdaskan akal.."

0 Response to "Di rumah, tapi seperti terkurung? Kenapa harus #dirumahaja?"

Post a Comment