Mengapa Harus Pakai Barang Merk Lokal, Intisari dari Pidato HM. Soeharto

Beberapa hari lalu ada viral video Mendiang Bapak HM Soeharto tentang perdagangan bebas yang akan terjadi di 2020.

Dikasih judulnya Prediksi... Tapi ya bukan prediksi juga ya kan sebenernya, dari waktu itu memang sudah ada rancangan soal ekonomi dunia dan perdagangan bebas.



Bahkan; pidato saya saat berumur 11 tahun adalah bertopik Globalisasi.

Itu tahun 2003 (8 tahun saja sejak pidatonya Bpk Soeharto), lomba pidato dan saya masih juara lagi, tapi gak juara 1 seperti tahun sebelumnya, entah saya lupa malahan, juara 2 apa 3.

Lomba pidato ini di hadapan ratusan orang terdiri dari siswa, guru, dan beberapa lainnya penduduk sekitar kantor Kecamatan.

Yeah, I was that good.. wkwkwkk

Sekarang enggak.

Anyway...

Dalam pidato Bpk Soeharto di tahun 1995 tsb, beliau menghimbau pada kita semua untuk mencintai Tanah Air dan menggunakan produk-produk lokal Tanah Air. Mencintai bangsa kita dengan menggunakan barang buatan rakyat Indonesia.. begitu kira-kira.

Jika kita sudah tidak mau pakai barang lokal dan lebih memilih untuk menyukai barang luar negeri, maka bangsa bisa hancur karena produk lokal tidak laku, pabrik tutup, dan lalu pengangguran semakin banyak..

Sebagian dari pidatonya Bpk Soeharto tsb saya memang setuju..

Tapi kalau soal hancur, sepertinya bisa didebatkan lagi..

Karena, pada akhirnya, rakyat akan memilih yang paling cocok untuk mereka.

Misalnya;

Dalam kehidupan sehari-hari, makanan pokok kita masih didominasi oleh hasil pertanian kita sendiri. Kecuali yang belanjanya di supermarket, itu gak tau deh ya, mungkin dominasi import?? Ada yang tau?

Lalu pakaian, bahan kainnya memang banyak yang import dari China, India atau negara yang terkenal akan kainnya, tapi brand lokal di bidang fashion itu buanyak banget..

Dan kita masih oke-oke saja pakai barang lokal, karena kelasnya juga bervariasi, ada yang murah ada yang berkelas juga.

Tapi kalau sudah ngomongin elektronik dan otomotif, sayangnya kita belum bisa :(

Kenapa ya??

Saya memang tidak terlalu tertarik untuk menciptakan, tapi kan mahasiswa teknik kita dari dulu tu buanyak banget, yang pinter juga buanyak banget, kok kita gini-gini aja?

Apa mungkin karena tidak ada dukungan modal?

Atau dukungan kebijakan??

Atau malah ada sabotase dari dalam?

I dunnoo.... Eh harus bangga pakai Bahasa kita..

Aku tidak tahu. Aku hanya tempe..

Untuk barang lain masih banyak. Misalnya furnitur rumah, hasil rakyat kita sendiri itu kan bagus-bagus juga kok.. Tapi kadang memang agak apa ya, hmm... ya gitulah..

Kita sepertinya didesain untuk gak serius2 amat ngegarap begituan..

Bagus-bagus, tapi ketika ada tuntutan pasar, itu gak digubris oleh mereka para perajin..

Akhirnya orang-orang belinya dari merk luar.. sebut saja Ik*a..

Contoh lainnya banyak, buanget..

Tapi intinya, kita memang belum siap untuk semua hal. Terutama yang masih ketinggalan jauh adalah elektronik dan otomotif.

Tapi kalau ada brand lokal, harusnya disupport saja, walau produksinya masih dari luar... Setidaknya... ya setidaknya..

Namun tak semudah itu..

Misalnya, saya mana mau beli HP lokal kalau ada HP import dengan harga sama tapi lebih baik kualitasnya.. Karena, masih terbatas keuangannya, tentu pengen yang paling value for money (layak beli)

Nah, di kelas ekonomi menengah-atas, tambah-tambah, mana mau mereka pakai brand lokal kalau ternyata gak ada yang bagus. Ya maunya minimal iPhone atau Galaxy kelas A50 ke atas lah..

Makanya; Bpk Soeharto bilang;

Jika ternyata bangsa kita, rakyat kita, belum siap bersaing dengan produsen luar, maka hanya kecintaan kita pada Tanah Air lah yang bisa menjadi benteng untuk menjaga kehidupan bangsa, dalam hal ini adalah bidang ekonomi.

Jadi, suka tak suka, kita harus menyokong brand dan barang produksi lokal..

Begitchuuu...

Simpel tapi menurut saya mindset tersebut memang harus ditanamkan banget sih.

Negara bisa maju kalau rakyatnya jadi produsen, bukan cuma konsumer saja.

Minimal ya kek China gitu lah, rakyatnya lebih suka iPhone (brand USA) tapi kan pabrik iPhone-nya ada di China juga, dan mereka punya brand ponsel lebih banyak; sebut saja Huawei, Xiaomi, Oppo, Vivo, dan laen laennya...

Jadi mereka gak rugi.

Hmm...

Pengingat saya pribadi di hari Minggu ini..

Eh, udah Selasa yakk?? Jadwal update blog elmuha ini saya pindah ke hari Minggu. Tapi kemarin lusa saya gak inget.. hahaha...

Baik, sekian, semoga menginspirasi...


Mohon share jika dan hanya jika info ini bermanfaat atau menginspirasi :)
Ikuti yuk "Oase Iman" lewat FB, "Damaikan hati, cerdaskan akal.."

0 Response to "Mengapa Harus Pakai Barang Merk Lokal, Intisari dari Pidato HM. Soeharto"

Post a Comment