Memburu Netizen GOBLOK, Lalu Bully Ramai-ramai

Entah saya yang merasa pinter, atau dasarnya emang pinter, menurut saya netizen kita itu lebih banyak yang goblok.

Tapi gobloknya ini pun masih terbagi menjadi dua, beneran goblok, atau goblok karena males membaca.

Dan lagi, gobloknya ini ada yang bisa dimaafkan, ada yang tidak.

..........

Saat salah satu pesawat Sriwijaya Air kemarin jatuh di sekitar perairan Kep.Seribu, banyak sekali netizen kita yang bikin jokes, dark jokes.

Serius sih bagi saya GAK ADA LUCUNYA, goblok iya.

Tapi lantas, apakah lalu dia layak untuk dijatuhkan dengan serangan bullies bertubi-tubi?

Menurut saya sih engga.

Mau bagaimanapun, dia niatnya becanda, walaupun goblok.

GOBLOK karena gak bisa bedain mana yang boleh dibecandain mana yang gak boleh.

Tapi gak perlu dijatuhin sampai trauma juga ya, kasian.

Cukup beberapa orang ingatkan, lalu sudah.

Sudahi saja.

Maafkan.

Tapi ini tidak, karena udah kadung di-screenshot, tertera jelas username-nya, maka orang yang butuh bahan bully jadi bahagia sekali ya..

Hebatnya, dia tetap bertahan dan gak jadiin akun dia private atau di-deactivate sementara.. Gak tau sekarang gimana.

Mungkin orang-orang masih pada gemes karena dia gak segera tutup akun?

Bisa jadi ya..

..............

Anyway, itu adalah salah satu contoh kegoblokan saja, masih banyak contoh lainnya.

Kadang, yang bikin eneg itu, goblok yang sok pinter.

Jadi udah ngomong yang sekiranya hebat banget gitu, padahal infonya hoaks.

Lah ini GOBLOK karena gak bisa bedain mana yang info valid mana yang hoaks.

Ya susah si ya. 

Gak semua orang merupakan pengguna lama internet.

Iya saya udah dari zaman ketika internet isinya buanyak sekali hoaks. Sehingga kenyang banget dengan bualan-bualan pencari DOLAR.

.....................

Tapi tolong lah, kita emang tidak selayaknya sok pinter di internet, karena jadi kelihatan banget GOBLOKNYA.

Apakah saya pernah seperti itu? Menunjukkan kegoblokan?

Oh SERING..

Dulu.

Sekarang udah agak tobat.

Pun ketika saya pamer kegoblokan, biasanya cuma di blog sendiri aja, dan blog orang lain.

Di social media seperti FB, IG, udah tidak lagi.

Di TW kadang sih, tapi saya yakin itu tidak goblok.

..................

Tapi kalau saya mau lebih sabar, sebenernya saya bisa berpikir positif.

Gini,

Yang nonton di YT, atau baca di sosmed, itu kan gak semua emang udah gede.

Masih banyak bocah ingusan bertebaran di situ.

Jadi ya wajar saja kalau mereka GOBLOK, namanya juga masih kecil, tentu ilmunya belum sebanyak orang dewasa.

Makanya saya tu pingin banget, kalau akun sosmed itu ada keterangan umurnya.

Misal seperti ada indikator gitu, Hijau untuk anak-anak, Biru untuk remaja, Merah untuk dewasa produktif, dan Ungu untuk Sepuh.

Jadi kita responnya bisa menyesuaikan.

Karena lucunya, kadang banyak kan anak-anak SOTOY ngomentarin suatu hal lalu debat sama Orang Dewasa.

Contoh gampangnya di video-video dokumenter.

Bocil-bocil kalo komentar tu SOTOYNYA luar biasa.

Menyalahkan satu pihak doang, padahal gak tau kisah dibaliknya gimana.

..................

Mirip seperti Demo-demo,

Banyak yang ikut tapi gak tau apa yang diperjuangkan.

Ya tapi masih mending lah, namanya demo kan biasanya ikut temen-temen atau golongannya, wajar.

..................

Ya semoga suatu saat entah kapan, identitas kita di media sosial bisa terlihat ya, mana bocil mana yang udah gede.

Jadi kalau ada netizen goblok, tapi karena masih kecil, ya kita maklumi bareng2.

Atau kalau ada orang tua tapi goblok, ya jangan diserang, gak sopan itu namanya!

Dan warning buat saya dan Anda;

JANGAN PERNAH MERASA CUMA KAMU YANG PINTAR.

Banyak yang lebih pintar dari kita. Malu gak sih koar2 lalu diketawain ama mereka?!

Makanya saya mulai tobat jadi sok pinter. Malu.

.................

Terakhir, karena dalam posting ini ada hubungan dengan kejadian yang memilukan; saya pribadi turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas kejadian pesawat Sriwijaya Air yang jatuh, semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisiNya, dan keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan, kesabaran, dan ketangguhan hati menghadapi ini semua. 



Mohon share jika dan hanya jika info ini bermanfaat atau menginspirasi :)
Subscribe Channel ELMUHA untuk belajar bareng

0 Response to "Memburu Netizen GOBLOK, Lalu Bully Ramai-ramai"

Post a Comment